3 Bioskop di Bukittinggi, Tidak Lagi Memutar FIlm : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » 3 bioskop » 3 Bioskop di Bukittinggi, Tidak Lagi Memutar FIlm

3 Bioskop di Bukittinggi, Tidak Lagi Memutar FIlm

(8468 Views) November 20, 2014 9:06 pm | Published by | 6 Comments



Kondisi bioskop di Bukittinggi, saat ini sungguh menyedihkan, tidak film yang diputar dan pasti tidak ada penonton. Ini berlaku pada ke-3 bioskop, bioskop : Eri, Sovya, dan Gloria. Bioskop Eri terletak di Jl, Perintis kemerdekaan, di sebelah Bank BNI. Bioskop Sovya terletak di samping Hotel The Hill, kalau ke arah Benteng Ford de Kock dari arah Jl. Sudirman pasti melewati bioskop ini. Sedangkan bioskop Gloria,terletak di depan Mesjid Raya. Dari jam gadang, melalui Jl, Minangkabau di bagian ujung tampak bioskop Gloria yang berdampingan dengan tempat potong rambut khusus laki-laki.

Saat televisi satu-satunya hanya TVRI, yang siaran sore hingga malam, dan pada Hari Minggu siang hanya menikmati,–saya menyebutnya—film Laura, karena nama anak “gaul” di film itu Laura (“serial Little House on The Prairie” ) maka bioskop merupakan hiburan satu-satunya di Bukittinggi.

Beberapa kali kami, murid-murid SD/SMP se – Bukittinggi, bersama-sama nonton bioskop. Film apa? Di Bioskop Sovya, film Ari Anggara (1985) yang dibintagi oleh Deddy Mizwar. Di bioskop Gloria, nonton film Penghianatan G-30 S-PKI (1984), zaman dulu, semua murid sekolah harus nonton, saya juga, terpaksa. Cerita film yang mendebarkan serta suasana bioskop yang gelap dan suram, menambah keinginan untuk cepat-cepat pulang, tidak betah.




Bioskop Sovya sering memutar film Indonesia, setelah remaja, saya menonton film Catatan Si Boy (1987), yang dibintangi Onky Alexander dan Paramita Rusady. Film itu telat 3 bulan setelah diputar di Jakarta, tapi siapa peduli. Film horor, yang dibintangi Suzanna juga diputar di bioskop ini. Kalau pulang sekolah, saya selalu menghindar melihat poster film yang terpampang besar-besar di depan bioskop, takut melihat mata suzanna yang menyeramkan dan dikepalanya ada ular…hiii,,,

Bioskop Sovya, Bukittinggi.

Kalau di bioskop Gloria yang diputar film Barat, wah…film kualitas bagus diputar di sini, Film Breakdace (1984), saya nonton. Sejak film itu booming, di Bukittinggi, terjadi deman breakdance, remaja tanggung kota ini ikut-ikutan menari-nari tak karuan seperti di dalam film breakdance itu. Film Top Gun (1986) yang dibintangi si cakep Tom Cruise, juga diputar di sini. Sepertinya sudah ada pembagian, antara bioskop Sovya dan Gloria, yang satu hanya memutar film Indonesia, yang lain film Barat.

Saya tidak pernah menontoh di bioskop Eri, kalau sekali-kali lewat, rasanya di poster depan bioskop ada film mandarin dan film India. “Rasanya” saya tidak yakin, yang pasti tidak pernah tertarik nonton di bioskop itu, pasti karena jenis film yang diputar.

Bioskop eri Bukittinggi

Bagaimana nasib ke -3 bioskop itu sekarang? Bioskop Sovya menjadi tempat parkir, terutama musim libur, ada toko makanan Ananda di depannya. Sekali-kali ada produk kesehatan yang mempromosikan dagangannya, mereka menggunakan bioskop sovya untuk presentasi.

Bioskop Gloria, selain digunakan untuk pemutaran film, juga digunakan untuk lomba vokal grup. acara musik dan promosi produk (panci, obat-obatan dll)

Penurunan jumlah penonton di bioskop di Bukitinggi mulai terasa saat muncul kaset video betamax, orang mulai menonton di rumah. Lalu, TVRI ada saingan, RCTI .tak lama SCTV muncul, Selain itu. banyak yang memasang antena parabola agar bisa menangkap siaran televisi dari luar Indonesia, semakin lengkap lah, sepi penonton di bioskop.

Tahun 2013, tak sengaja saya menemukan bioskop kecil di Plaza Bukittinggi, ada gambar poster dengan iklan 4D, tak lama terdengar tutup. Saudara yang mencari tontonan bioskop ke Padang, memberikan informasi melalui facebook bahwa ditunggu, 4 pasang lagi (8 orang) untuk memulai pemutaran film hahaha….Jadi yang ingin menonton film ke bioskop terpaksa ke Pekanbaru, kota yang mulai berkembang pesat.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

6 Komentar for 3 Bioskop di Bukittinggi, Tidak Lagi Memutar FIlm

  • Heel Pads berkata:

    I genuinely value your piece of work, Great post.

  • I am not sure where you’re getting your information, but great
    topic. I needs to spend some time learning more or understanding more.

    Thanks for wonderful information I was looking
    for this information for my mission.

  • adil syaputra berkata:

    saya mahasiswa Arsitektur Univ. Bung Hatta Padang. terima kasih atas informasi tentang perkembangan bioskop di kota bukittinggi buk. saya sedang penelitian untuk tugas akhir kuliah judul yag saya angkat tentang “revitalisasi bioskop sovya”.saya mau bertanya apakah ibuk punya foto lama bioskop sovya tersebut buk ?

    • safitri ahmad berkata:

      terima kasih sudah berkunjung,

      Rasanya bioskop sovya tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang (tidak ada perubahan disain). Saya punya foto yang saya ambil tahun 2015, kondisinya masih baik dibanding tahun 2018, saat saya pulang bulan oktober.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>