Nasi Kapau Ni Mes Los Lambuang Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Rumah Makan Padang » Nasi Kapau Ni Mes Los Lambuang Bukittinggi

Nasi Kapau Ni Mes Los Lambuang Bukittinggi

(18 Views) Juli 28, 2022 9:58 am | Published by | No comment

Makan nasi kapau di rumah lebih enak dibanding makan di tempat, selain porsinya lebih banyak, rasanya lebih enak. Nasi dan lauk Kapau yang dibawa pulang dibungkus dengan daun pisang. Selama perjalanan dari los lambuang ke rumah, kuah lauk dalam bungkus nasi kapau menyerap ke dalam nasi dan wangi daun pisang juga menyerap ke dalam nasi.

Saya dan teman kakak membeli nasi kapau di los Lambuang menuju Nasi Kapau Ni Mes. Ni Mes, penjual yang nasi kapau yang duduk di depan lauk. Ia pemilik nasi kapau Ni Mes. Ia yang menyendok nasi dan mengambil lauk untuk pembeli. Teman kakak sudah langganan dengan ni Mes sejak puluhan tahun.

Nasi Kapau terletak paling depan, ada papan nama Ni Mes. sanduak-yang-digunakan-penjual-nasi-kapau. Kami memesan dua bungkus nasi kapau. Satu bungkus untuk saya dan kakak, satu bungkus yang lain untuk teman kakak. “Nasi double dan pakai “sebeng”,kata teman kakak ke Ni Mes. Nasi double, nasi dengan porsi dua orang. Lalu, apa yang dimaksud dengan “sebeng”? “Sebeng” berarti tambahan lauk dalam ukuran kecil.

Jenis lauk yang ditambah dalam ukuran kecil dapat berupa potongan tambunsu dan dendeng balado. Jenis lauk yang dapat dipotong, rendang ayam dan gulai tidak dapat dijadikan lauk “sebeng”. Los lambung bukittinggi. Saya memesan lauk gulai tunjang, karena, makan satu bungkus berdua dengan kakak, saya mengusulkan untuk menambah satu lauk lagi (selain gulai tunjang), kata temen kakak tidak perlu, karena samba “sebeng” sudah cukup.

Satu nasi bungkus dengan samba sebeng dan nasi double berharga Rp. 30.000. Harga nasi bungkus biasa dengan satu lauk berharga Rp. 25.000. Samba sebeng yang diberi oleh Ni Mes berupa potongan dendeng balado dan potongan tambunsu, cukup untuk berdua. Nasi double yang diberikan berlebih, kami berdua (saya dan kakak), tidak mampu menghabiskan nasi double itu, karena porsinya cukup banyak. Menurut teman kakak, tidak semua penjual mau memberikan “samba sebeng”, karena mereka harus memotong lauk (samba) menjadi potongan kecil.

This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Nasi Kapau Ni Mes Los Lambuang Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>