Toko Barang Antik di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » oleh-oleh » Toko Barang Antik di Bukittinggi

Toko Barang Antik di Bukittinggi

(5817 Views) Juli 30, 2015 12:03 pm | Published by | No comment

Jika berjalan-jalan di pasar atas, ada toko yang menjual barang antik. Toko ini terletak di Jl, Minangkabau sebelah kanan. Toko ini kecil dan banyak barang. Saya agak sungkan memasuki toko, karena gelap dan sedikit pegunjung. Berbeda dengan toko baju dan sepatu yang selalu terang benderang oleh lampu.

Toko barang antik yang lain terdapat di depan Mesjid Nurul Haq, di perempatan Jl, A. Karim, Jl. A. Yani, dan Jl. Teuku Umar. Toko kecil dan banyak barang, di bagian depan terdapat lemari pajang yang memamerkan barang antik. Lemari pajang itu, lemari lama.

Dulu (tahun 1990 an sampai tahun 2000 an) ada toko Aladin yang menjual barang antik di Jl, A. Yani, toko besar, tapi sekarang toko Aladin menjual mukena. Tahun 2014, saya sempat mampir ke toko Aladin, dan masih ada sebagian barang antik yang dijual.



Saya belum pernah mengunjungi toko barang antik yang ada di Bukittinggi, hanya melihat sambil lalu. Barang-barang yang ditawarkan antara lain : benda khas Minang, seperti suntiang (hiasan kepala pengantin wanita), keris (senjata dari Jawa), kain bugis (kain sarung), kain songket, patung, lampu antik, dan bermacam-macam benda kuno lainnya. Barang antik yang dijual tidak hanya benda khas Minang, tapi ada barang dari daerah lain di Indonesia.

Tahun 80 an di Jl. Teuku Umar, terdapat toko buku bekas/kuno, saya sering melalui toko itu. Banyak wisatawan asing yang berkunjung. Dari beberapa sumber, saya mendapatkan informasi bahwa, wisatawan asing (dari Eropa dan Amerika) yang membutuhkan uang, mereka sering menjual buku yang mereka punya ke toko buku bekas itu.




toko barang antik ganesha Jl. Teuku Umar.

Toko barang antik yang terletak di depan Mesjid Nurul Haq bertahan cukup lama, sejak tahun 80-an sampai sekarang. Ini menunjukkan ada kebutuhan jual beli barang-barang antik di pasar Bukittinggi.

Barang antik/kuno dari setiap keluarga biasanya tidak dijual, tapi diberikan secara turun temurun ke generasi selanjutnya. Akan tetapi, karena kebutuhan atau karena merasa tidak memerlukan barang tersebut (karena rusak/cacat), sebagian anggota keluarga memutuskan untuk menjual ke toko barang antik.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Toko Barang Antik di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>