Surau Sjech Daoed Rasjidi di Balingka : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » arsitektur publik » Surau Sjech Daoed Rasjidi di Balingka » Surau Sjech Daoed Rasjidi di Balingka

Surau Sjech Daoed Rasjidi di Balingka

(678 Views) Desember 6, 2017 1:41 am | Published by | No comment



Sjech Daoed Rasjidi merupakanulama besar yang berasal dari Nagari Balingka. Makam Sjech Daoed terletak di Bukittinggi, di depan mesjid Djambek. Di halaman depan mesjid terdapat dua makam, makam inyiak Djambek dan makan Sjech Daoed Rasjidi. Sjech Daoed rubuh pada saat mengimani Salat Magrib di mesjid Djambek dan tak lama kemudian meninggal. Sjech Daoed dan Sjech Djamil Djambek merupakan teman seperjuangan.

Sjech Doaed Rasjidi lahir di Balingka tahun 1880 dan meninggal di 26 Januari 1948 di Bukittinggi. Beliau meninggalkan 6 orang anak, antara lain ; Anah, Mansoer Daoed Dt Palimo Kayo, Miramah, Sa’diah, Makmur, dan Afifah. Mansoer Daoed Dt Palimo Kayo, pernah menjabat sebagai dubes luar biasa RI untuk Irak.
Surau Sjech Daoed Rasjidi terletak di Balingka, dari depan bangunan terlihat seperti mesjid, yang dapat menampung Salat Jumat, bukan berupa surau yang hanya digunakan untuk Salat lima waktu. Tapi bagi warga di nagari Balingka, kata surau lebih akrab, sehingga menggunakan kata surau untuk mesjid. Surau gadang (mesjid yang terletak di jorong pahambatan, Balingka) menggunakan “kata surau” dalam penamaannya, walaupun digunakan untuk Salat Jumat. Bagi warga Balingka, surau berarti tempat Salat, baik untuk Salat lima waktu saja atau untuk Salat Jumat.




mesjid sjech daoed rasjidi di balingka.

Surau Sjech Daoed terdiri dari dua menara dan bangunan surau dilindungi oleh atap limas. Surau yang terletak di pinggir jalan menuju Nagari Maninjau ini didominasi warna hijau dan krem.
Di depan Surau Sjech Daoed terdapat monument kecil dengan tulisan “Peringatan Perjuangan Sjech Daoed Rasjidi, lahir di Balingka dan dimakamkan di Bukittinggi, diresmikan oleh Presiden Soekarno 6 juli 1948 dan direnovasi 2002. “

prasasti sjech daoed rasjidi yang ditandatangai presiden Soekarno 1948.

Pada tahun 1946, Sukarno berada di Bukittinggi, mengumpulkan dana dari masyarakat untuk membeli pesawat terbang guna melawan penjajah. Sjech Daoed, masuk dalam panitia pengumpulan dana tersebut. Sjech Daoed bersama Sjech Ibrahim Musa Parabek, murid dari Sjech Ahmad Khathib al-Minangkabawi, mengelilingi daerah di Minangkabau, menghimpun dana dari umat dan kemudian menyerahkan dana tersebut pada pemerintah pusat.
Sjech Daoed, bersama dengan Sjech Ibrahim Musa Parabek dan Syekh Abdul Karim Amrullah, ayahanda Buya Hamka, melakukan pembaruan terhadap kehidupan agama, sosial, kemasyarakatan, dan pendidikan. Mereka menyatukan ulama tradisional (dari kelompok tua) dan ulama dari kalangan modern.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Surau Sjech Daoed Rasjidi di Balingka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>