Sunting (Suntiang) Hiasan Kepala Pengantin Wanita Minangkabau : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Sunting » Sunting (Suntiang) Hiasan Kepala Pengantin Wanita Minangkabau

Sunting (Suntiang) Hiasan Kepala Pengantin Wanita Minangkabau

(3147 Views) Maret 27, 2016 1:23 am | Published by | No comment



Saya melihat pemasangan suntiang, saat kakak menikah. Irisan daun pandan dimasukkan ke dalam jaring khusus untuk rambut dan disatukan dengan rambut yang sudah digulung dan dilekatkan ke kepala. Ini yang akan menjadi pondasi untuk melekatkan sunting. Kemudian, lapisan pertama (lapisan paling bawah) dipasang, disebut bungo sarunai sebanyak 3-5 lapis. Lapisan kedua, deretan bungo gadang sebanyak 3 – 5 lapis. Hiasan yang paling atas adalah kambang goyang (kembang goyang) pada saat pengantin mengerakkan kepala, hiasan kembang goyang ikut bergerak. Hiasan sunting yang jatuh di pipi kanan dan pipi kiri pengantin ini disebut kote-kote. Semua terdiri dari empat jenis hiasan yang disusun membentuk sunting. Di dahi pengantin wanita terdapat Laca, dan Ralia di bagian telinga. Di bagian belakang sanggul terdapat Tatak Kondai dan Pisang Saparak yang menutupi sanggul bagian belakang.

Sunting terdiri dari 2 ukuran, yaitu sunting gadang (sunting besar) dan sunting ketek (sunting kecil). Sunting besar untuk pengantin wanita (anak daro) sedangkan sunting kecil untuk pasumandan (2 orang wanita yang mendampingi pengantin wanita). Sunting besar terdiri dari 7, 9, 11 lapis. Sunting ketek 3 atau 5 lapis, hitungan ganjil. Sunting dipadukan dengan baju kurung panjang dan sarung balapak yang terbuat dari songket.




Warna sunting keemasan atau keperakan terbuat dari kuningan. Besar suntiang diukur dari jumlah mansi atau kawat (untuk menyangkutkan bunga). Untuk suntiang besar, ukuran mansi 21, 23, dan 25. Paling sering digunakan mansi 21, sedangkan yang paling besar ukuran mansi 25. Dahulu, berat sunting mencapai beberapa 3,5-5 kg kilogram, karena terbuat dari alumunium, besi, dan emas, dan bunga ditancapkan satu persatu pada rambut. Pengantin wanita harus memakai sunting selama pesta berlangsung. Ini dapat menimbulkan sakit kepala, sakit kepala karena ahli rias menancapkan bunga terlalu kencang sehingga mengenai kepala pengantin dan sunting yang terlalu berat.

Sekarang, sunting sudah dimodifikasi, bahan yang digunakan kuningan dan dipasang seperti bando, sehingga sunting tidak berat dan anak daro bisa bergerak leluasa tanpa keluhan sakit kepala.Pengantin wanita dapat memilih jumlah lapisan sunting, tidak perlu 7-11 lapis, bisa 3-5 lapis, tetap harus ganjil.

sunting kecil (suntiang randah).sunting kecil (dipakai untuk penari pasambahan dan pendamping pengantin wanita)



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Sunting (Suntiang) Hiasan Kepala Pengantin Wanita Minangkabau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>