Sebaran Pengrajin/Kerajinan Kriya Khas Minang di Sumatera Barat : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Sebaran Pengrajin/Kerajinan Kriya Khas Minang di Sumatera Barat » Sebaran Pengrajin/Kerajinan Kriya Khas Minang di Sumatera Barat

Sebaran Pengrajin/Kerajinan Kriya Khas Minang di Sumatera Barat

(1341 Views) Februari 11, 2018 4:32 am | Published by | No comment


Saya lahir dan besar di Bukittinggi dan kerajinan yang paling sering saya temui di kota ini berasal dari nagari sekitarnya, misal Nagari Koto gadang (sulaman suji cair, sulaman kapalo samek, dan kerajinan perak), Nagari Guguak randah dan Guguak tinggi (kerajinan emas), Nagari Matua (kerajinan anyaman pandan berupa kampia), sedangkan dari Nagari Sungai Puar (kerajinan besi tempa, misal setrika). Sungai Puar juga terkenal dengan konveksi, dan Pandai sikek ( kerajinan tenun songket). Masih banyak kerajinan lain yang dijual di Bukittinggi.

Di Museum Adityawarman, saya mengetahui sebaran Kerajinan (Kriya) di seluruh Nagari di Minangkabau. Nagari di Kabupaten Agam merupakan penghasil kerajinan yang paling banyak di seluruh Minangkabau. Ada 11 nagari penghasil kerajinan di Kabupaten Ini. Sedangkan di Lima Puluh Kota, 7 nagari dan Tanah Datar sebanyak 10 nagari penghasil kerajinan.

Lengkapnya nagari yang menghasilkan kerajinan di Minang kabau antara lain ;

Matua, Koto Gadang, Kamang, Salo, Ampek Angkek, Canduang, Kurai (Bukittinggi), Sungai Puar, Koto Baru, Sungai Jernih, dan Balingka.

Lima Puluh Kota : Taratak, Kubang, Balai Cacang, Galo Gandang, Payakumbuah, Koto Nan Gadang, dan Halaban.

Tanah Datar ; Pandai sikek, Padang Panjang, Batipuah, Pitalah, Sungayang, Lintau, Batu Sangkar,

Pagaruyuang, Pariangan, Padang Magek




Padang Pariaman : Pariaman, Nareh (Naras), Lubuk Begalung

Sijunjuang : Silungkang

Solok : Saniang Baka, Muaro Labuah, Sungai Pagu

Painan : Balai Salasa

Kerajinan yang dihasilkan bermacam-macam, di peta sebaran tersebut tertera gerabah, kerajinan emas dan perak, dan kerajinan ukiran.

Dari sebaran ini, daerah darek lebih banyak menghasilkan kerajinan dibanding daerah rantau. Daerah darek dan rantau merupakan istilah bagi penyebaran asal suku Minang. Orang Minang berasal dari daerah darek kemudian menyebar ke daerah rantau (pesisir), seperti Padang Pariaman dan Pesisir Selatan.

Semua barang kerajinan yang dihasilkan oleh nagari-nagari yang ada di sekitarnya dijual di Bukittinggi, dari dulu sampai sekarang. Apalagi, sekarang Bukittinggi menjadi kota wisata.





This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Sebaran Pengrajin/Kerajinan Kriya Khas Minang di Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>