Sebab Datuak Diangkat Dalam Adat Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » Sebab Datuak Diangkat Dalam Adat Minang » Sebab Datuak Diangkat Dalam Adat Minang

Sebab Datuak Diangkat Dalam Adat Minang

(510 Views) Januari 22, 2020 10:32 am | Published by | No comment

Penghulu disebut juga dengan Datuak. Datuak diangkat oleh kaum sukunya. Kriteria seseorang diangkat menjadi datuak, baalam leba (mempunyai pengetahuan, pengalaman, pergaulan alam yang luas) dan badado lapang ( berjiwa besar dan mempunyai prinsip). Seorang kepala suku berkewajiban memelihara anggota suku, kaum, dan nagarinya.

Saudara sepupu saya diangkat jadi datuak dengan gelar Datuak Nan Putiah. Saya bertanya kenapa ada kata “Nan Putiah”, ternyata ada keluarga lain yang sudah mengunakan warna lain, yaitu “Datuak Nan Kuniang”, walau dengan nama gelar datuak yang sama. Jika ada keluarga lain dari kaum kami yang ingin jadi datuak, maka dia dapat menggunakan kata “Datuak Nan Hitam” atau warna lain. Ternyata salah satu alasannya adalah poin empat (4) Gadang manyimpang (persimpangan yang besar), kaum kami memisahkan diri dan membentuk kelompok sendiri.



Seseorang dapat diangkat menjadi datuak karena berbagai sebab antara lain ;
1. Iduak bakarilahan (hidup iklas dan rela) penghulu mengundurkan diri, sehingga diperlukan penghulu yang baru.
2. Baju saalai dibagi duo (baju selembar dibagi dua), jumlah keluarga dalam satu kaum sudah terlalu banyak , sehingga diputuskan untuk membagi kaum tersebut menjadi dua.
3. Mati batungkek budi (mati bertongkat budi) penghulu meninggal. Sebelum mayat penghulu yang lama dikubur, sudah ada kesepakatan/terpilih penghulu yang baru.
4. Gadang manyimpang (persimpangan yang besar), ada permintaan dari anggota kaum untuk memisahkan diri atau meminta penghulunya memisahkan diri atau berdiri sendiri.

sebab seseorang diangkat jadi panghulu

5. Mangguntiang sibabaju (mengunting belahan baju) pengangkatan penghulu terjadi karena perseteruan antara dua kaum, tidak ada kesepakatan untuk mengangkat penghulu.
6. Manurunkan nan tagantuang (menurunkan yang tergantung) pengangkatan penghulu yang tertunda lama, padahal sudah ada calon.
7. Mambangkit batang tarandam (membangkitkan batang yang terendam) gelar penghulu sudah lama tidak digunakan (tersimpan).
8. Baju basasah (baju dicuci) apabila penghulu merusak kebesarannya sebagai penghulu, untuk itu harus segera diganti.
9. Rabuak bagantiak (debu dijentikkan) penghulu yang melanggar larangan adat.
10. Bungo bakarang (bunga berkarang) jumlah anggota kaum meningkat dan terjadi penyebaran pemukiman, sehingga dibentuk penghulu baru.




This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Sebab Datuak Diangkat Dalam Adat Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>