Seandainya Penjara Lama Bukittinggi Jadi Cafe : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » arsitektur publik » Seandainya Penjara Lama Bukittinggi Jadi Cafe » Seandainya Penjara Lama Bukittinggi Jadi Cafe

Seandainya Penjara Lama Bukittinggi Jadi Cafe

(956 Views) September 28, 2017 12:42 am | Published by | No comment



Dari jam gadang kita dapat melihat penjara Bukittinggi. Penjara lama yang didirikan oleh pemerintahan Belanda. Tahun 80-an penjara ini masih digunakan, karena sudah tidak memadai, penjara dipindahkan ke Biaro, dan sejak itu penjara terbengkalai.

Penjara menghadap ke Jl. Perintis kemerdekaan (di depan bioskop Eri dan Bank BNI).Di depan penjara ada sungai kecil, dan lapangan parkir yang luas. Saya menyusuri bagian luar penjara, sebagian bangunan depan penjara sudah rusak. Di bagian belakang terdapat pemukiman penduduk yang sangat rapat, jarak dari rumah deret itu ke dinding penjara kira-kira 2 meter.

penjara lama  Bukittinggi.

Pintu penjara hanya satu, terletak di bagian depan. Jendela terletak di fasad (dinding) bagian depan penjara saja, sedangkan sisi samping kanan, kiri, dan belakang tidak ada jendela. Tinggi dinding bangunan penjara kira-kira 3 meter, sebagian dinding sudah terkelupas, tampak susunan batu bata merah.

Dari denah yang dibuat oleh Deddy Arsya (http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/2017/01/18/penjara-lama-di-bukittinggi/), bangunan ini berbentuk segi empat. Di dalam bangunan dibagi menjadi dua area, area depan dan area belakang. Area depan digunakan untuk administrasi penjara, sedangkan bagian belakang deretan sel. Bagian depan terdiri dari kantor, toilet (kakus), ruang perawatan, penginapan sipir, gudang, dapur, dan werkplaat (ruang kerja bagi penghuni sel). Antara area depan dan belakang dibatasi oeh pagar.




Penjara ini sudah lama terbengkalai, seperti bangunan tua peninggalan Belanda di Bukittinggi. Sebagian bangunan berubah menjadi hotel (milik pribadi yang sudah berpindah tangan) dan tidak terawat. Penghilangan bangunan tua kota akan menghilangkan sejarah kota. Kota Bukittinggi mempunyai arti penting dalam sejarah Indonesia. Jika bangunan tua dimanfaatkan untuk restoran, café, kantor, dan toko, akan meningkatkan nilai tambah kota, seperti kota-kota lain ; Jakarta, Pekalongan, dan Bandung.

Lokasi penjara terletak di tengah kota dan sangat strategis. Bangunan dan pola ruang yang ada di penjara, cocok untuk dijadikan café. Tempat parkir sangat memadai. Area ini dapat menjadi tempat berkumpul wisatawan, dan memecah penumpukan wisatawan yang berkumpul di jam gadang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Seandainya Penjara Lama Bukittinggi Jadi Cafe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>