Samande Saparuik Sajurai Sakaum Struktur Keluarga Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Samande Saparuik Sajurai Sakaum Struktur Keluarga Minang » Samande Saparuik Sajurai Sakaum Struktur Keluarga Minang

Samande Saparuik Sajurai Sakaum Struktur Keluarga Minang

(1449 Views) Februari 10, 2018 4:41 am | Published by | No comment



Dalam struktur keluarga Minang terdapat urut-urutan dari kelompok terkecil sampai menjadi kelompok terbesar. Kelompok terbesar disebut satu kaum yang dipimpin oleh seorang datuak (penghulu). Kelompok yang paling kecil disebut samande (satu mande atau satu ibu). Sistem kekerabatan Minangkabau, sistem matrilineal, mengikuti garis keturunan ibu. Samande berarti satu ibu. Saparuik, suatu kelompok kecil yang terdiri dari keturunan dari beberapa samande. Sajurai, kelompok yang lebih besar yang terdiri dari beberapa keturunan saparuik. Sedangkan sakaum, kelompok yang paling besar yang terdiri dari beberapa keturunan sajurai.

Dalam satu kaum (sakaum), terdapat seorang datuak (penghulu) yang memimpin kaum tersebut. Bagaimana jika keturunannya semakin besar? Jika dalam kaum itu terdapat kelompok/keturunan yang sangat besar, maka sebagian kelompok akan memilih datuak masing-masing. Ini yang terjadi di dalam kaum saya. Salah seorang sepupu (jauh) saya menjadi datuak (hubungan keluarga kami, nenek saya dan nenek ia, adik kakak). Menurut, Ni Mas sepupu -dekat- (ibu saya dan ibu Ni Mas, adik kakak), dalam urutan pemimpin utama, jabatan datuak belum jatuh ke kelompok keluarga besar kami (datuak merupakan jabatan seumur hidup, dan setiap keluarga -anggota keluarga yang laki-laki dan mampu- digilir untuk menjadi datuak). Tapi, karena keluarga yang mendapat giliran belum menentukan datuak (utama) penganti, maka kelompok keluarga kami mengangkat datuak, dan gelar yang digunakan tidak gelar datuak utama, tapi dibelakang gelarnya terdapat kata putih, yaitu Datuak Panglimo Kayo Nan Putiah. Kata putiah menunjukkan ia bukan datuak utama yang mendapat giliran dari kelompok kaum yang besar, tapi dari kelompok kaum yang lebih kecil.




Menurut Ni Mas, dalam kelompok kaum yang besar, ada datuak yang lain, Datuak Panglimo Kayo Nan Kuniang. Posisi datuak ini sama dengan posisi datuak kami, ia bukan datuak utama, tapi datuak dari kelompok kecil dalam kaum kami. Jika ada kelompok keluarga kecil lain yang ingin mengangkat datuak, maka ia harus menggunakan kata hitam ; Datuak Panglima Kayo Nan Hitam, karena hanya ada tiga warna yang dapat digunakan, kuning, putih, dan hitam.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Samande Saparuik Sajurai Sakaum Struktur Keluarga Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>