Rumah Gadang, Rumah Bagonjong, Rumah Adat Minangkabau : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » arsitektur » rumah gadang » Rumah Gadang Rumah Bagonjong » Rumah Gadang, Rumah Bagonjong, Rumah Adat Minangkabau

Rumah Gadang, Rumah Bagonjong, Rumah Adat Minangkabau

(1876 Views) Februari 12, 2016 2:56 am | Published by | No comment



Rumah gadang sangat mudah dikenali dari bentuk atap yang bergonjong. Di depan rumah gadang terdapat halaman yang luas, dan rangkiang tempat menyimpan padi. Atap rumah gadang dari ijuk dan dinding terbuat dari kayu, dengan ukiran warna-warni yang sangat menarik. Ukiran rumah gadang terinspirasi dari tanaman ; akar, daun, buah, bunga, tidak ada motif yang terinspirasi dari hewan.

rumah gadang Museum Bustanul Arifin di Padang Panjang.

Rumah gadang hanya terdapat di wilayah administrasi dusun, koto, dan nagari, dan dibangun bersama-sama oleh masyarakat sekitar, tidak hanya oleh warga suku (kaum) saja, tapi warga suku yang lain turut membantu. Rumah gadang dibangun diatas tanah keluarga induk di dalam suku. Rumah gadang tidak dapat dijual, tapi diwariskan kepada perempuan di dalam suku tersebut secara turun temurun.

Rumah gadang merupakan rumah tempat tinggal bersama yang dihuni oleh kaum perempuan dalam satu suku (kaum). Peremuan yang mempunyai suami mendapatkan satu kamar. Perempuan tua dan anak-anak (laki-perempuan) mendapat kamar di dekat dapur. Sedangkan, kamar perempuan yang belum menikah (perempuan remaja) berada dalam satu kamar. Anak laki-laki remaja harus keluar dari rumah gadang dan tidur di surau.

Banyak cerita tentang asal usul rumah gadang, antara lain, 1) Arsitektur rumah gadang mempunyai atap seperti tanduk kerbau. Ini berhubungan dengan tambo (cerita) yang menggambarkan kemenangan orang Minangkabau dari pasukan Majapahit dalam adu kerbau.




2) Bentuk rumah gadang yang menyerupai kapal, bagian atas lebih besar dibanding bagian bawah sehingga menyebabkan tiang penyanga rumah gadang miring, berasal dari cerita kapal yang datang dari arah Timur melalui sungai Kampar. Ketika sampai di hulu sungai, kapal ditarik ke darat dan layar kapal dikembangkan, agar badan kapal tidak lapuk. Karena layar kapal berat, maka tiang-tiang melengkung membentuk gonjong.

3) Rumah gadang terinspirasi dari susunan sirih dalam carano. Tulang daun sirih melentik seperti atap. Sirih merupakan lambang persaudaraan dan kekeluargaan. Saat menyambut tamu, penari pasambahan akan memberikan carano. Di dalam carano terdapat beberapa sirih untuk dirobek oleh tamu.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Rumah Gadang, Rumah Bagonjong, Rumah Adat Minangkabau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>