Replika Balairung Sari Tabek : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » arsitektur publik » Replika Balairung Sari Tabek » Replika Balairung Sari Tabek

Replika Balairung Sari Tabek

(541 Views) Mei 11, 2018 4:35 am | Published by | No comment



Pada saat mencari referensi untuk tulisan Balairung, saya menemukan artikel di salah satu blog, tentang Balairung Sari Tabek di desa tuo Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat. Di dalam blog tersebut terdapat foto balairung sari tabek. Ketika saya berkunjung ke desa tuo pariangan, saya tidak menemukan balairung sari tabek itu. Di papan petunjuk tujuan wisata desa tuo pariangan, juga tidak tertera balairung tersebut.

Di Museum Adityawarman, Padang, terdapat replica Balairung sari tabek. Replica balairung diletakkan di salah dalam bangunan yang terletak di belakang rumah gadang. Di dalam bangunan itu khusus dipajang (display) arsitektur Minang, termasuk arsitektur rumah gadang dan surau.

Ada tiga arsitektur utama Minang yang dipajang ; rumah gadang, surau, dan balairung. Balairung merupakan tempat untuk bermusyawarah. Orang Minang dalam memutuskan sesuatu melalui musyawarah. Ada dua tempat yang digunakan untuk bermusyawarah yaitu; medan nan bapaneh dan medan nan balinduang. Medan nan bapaneh adalah tempat bermusyawarah di area tempat terbuka, langsung terkena sinar matahari. Sedangkan, medan nan balinduang adalah tempat bermusyawarah di bawah naungan. Dulu di bawah naungan bisa berarti di bawah pohon besar, sekarang berada di dalam bangunan (balairung).



replika balairung sari tabek

Balairung Sari Tabek didirikan 400 tahun yang lalu dengan panjang 18 meter dan lebar 4.40 meter. Bangunan ditopang oleh 18 pasang kayu, menggunakan material kayu dan tidak berdinding. Atap menggunakan material ijuk dan mempunyai 6 gonjong. Lantai panggung memiliki ruang yang lantainya putus di tengah atau berlabuh gajah. Balairung Sari Tabek terdiri dari dua ruangan, ruang sebelah kiri berfungsi untuk bermusyawarah dan ruang sebelah kanan tempat memutuskan dan menyampaikan hasil musyawarah. Bangunan ini menggabungkan dua tipe keselarasan Koto Piliang dan Bodi Chaniago.

Dalam ada minang ada dua keselarasan yaitu Koto Piliang dan Bodi Chaniago. Keselarasan ini mempengaruhi gaya arsitektur Minang, termasuk rumah gadang dan balairung. Arsitektur Koto Piliang terdapat anjuang (lantai lebih tinggi) di bagian kiri dan kanan bangunan. ini menggambarkan, penghulu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Sedangkan, arsitektur Bodi Chaniago, tidak terdapat anjuang, lantai sama datar, menggambarkan semua duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, termasuk penghulu.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Replika Balairung Sari Tabek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>