Pola Pemukiman Minang Kasus Nagari Balingka dan Nagari Koto Gadang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » arsitektur » Pola Pemukiman Minang Kasus Nagari Balingka dan Nagari Koto Gadang

Pola Pemukiman Minang Kasus Nagari Balingka dan Nagari Koto Gadang

(49 Views) Februari 10, 2021 7:11 am | Published by | No comment

Bagaimana pola pemukiman Minang terbentuk? Pada artikel ini ada dua kasus ; yaitu Nagari Balingka dan Nagari Koto Gadang. Keduanya mempunyai karakter kontur tanah yang berbeda, walau masih dalam satu Kawasan (Kabupaten Agam), jarak antar keduanya kira-kira 15 menit dengan kendaraan, tapi pola pemukimannya berbeda.

Karakter kontur Nagari Balingka berbukit-bukit, sedangkan kontur Nagari Koto Gadang datar. Ini mempengaruhi pola pemukiman penduduk.

Di Nagari Balingka, pola rumah  berbentuk linier, mengikuti jalur jalan dari bawah terus sampai ke atas bukit. Ada beberapa apa jalur pemukiman linier yang sejajar. Rumah menghadap sinar matahari (Timur). Lalu, letak sawah dan ladang dimana? Sawah dan ladang terletak di lahan yang landai. Kenapa mereka tidak membangun pemukiman di tanah yang landai? Karena tanah yang landai, tekstur tanahnya lunak, tidak sesuai digunakan untuk pemukiman.

Sedangkan Di Nagari Koto Gadang, pola pemukiman membentuk cluster. Ada 6 sampai 8 rumah yang membentuk satu cluster. Biasanya, dalam satu cluster, berarti mereka satu keluarga besar. Sawah dan ladang, terpisah, dengan pemukiman, tapi masih dalam satu kawasan. Jarak antara pemukiman dan sawah/ladang, dekat. Berbeda dengan di Nagari Balingka, jarak antara pemukiman dan sawah/ladang, sebagian jauh, karena bentuk lahan yang berbukit-bukit.

Pola pemukiman tidak hanya mengikuti kontur tetapi juga jenis tanah. Apakah jenis tanah tersebut diperuntukkan untuk pemukiman, sawah atau ladang, kolam ikan, dan pemakaman.

Tekstur atau jenis tanah untuk sawah dan ladang tidak akan digunakan untuk pemukiman penduduk, karena tanahnya terlalu lunak/subur, sehingga tidak baik digunakan untuk pemukiman penduduk. Ini menyebabkan area pemukiman terpisah dengan area sawah/ ladang. 

Tentu saja saat ini, karena pertumbuhan penduduk dan ekonomi, banyak sawah/ladang berubah fungsi menjadi pemukiman.

This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pola Pemukiman Minang Kasus Nagari Balingka dan Nagari Koto Gadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>