Pohon Beringin Di Antara Jam Gadang Dan Balai Sidang Bung Hatta : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » sejarah » Pohon Beringin Di Antara Jam Gadang Dan Balai Sidang Bung Hatta » Pohon Beringin Di Antara Jam Gadang Dan Balai Sidang Bung Hatta

Pohon Beringin Di Antara Jam Gadang Dan Balai Sidang Bung Hatta

(316 Views) Desember 19, 2018 12:08 am | Published by | No comment



Pada saat saya pulang ke Bukittinggi Oktober 2018, kawasan jam gadang sedang direnovasi, dan ditutup dengan pagar seng. Jadi setiap orang yang melewati kawasan itu tidak mengetahui kegiatan yang ada di dalam seng. Saya dan teman makan malam di restoran Simpang Raya. Restoran ini persis di depan jam gadang, kami makan di lantai dua dan memilih duduk di dekat jendela, sehingga saya dengan mudah mengetahui kegiatan pembangunan taman yang sedang berlangsung di sekitar jam gadang.

Pandangan mata saya mengarah ke titik pohon beringin besar yang tidak ada lagi di tempatnya, ditebang. Sedih rasanya, melihat pohon beringin yang sudah berusia ratusan tahun itu ditebang. Pohon beringin itu sudah sangat tua, akarnya menjalar di permukaan tanah dan menaungi area di bawahnya. Tidak hanya pohon beringin yang ditebang, tapi pohon yang baru ditanam 5-10 tahun yang lalu juga ikut ditebang.



pohon beringin di antara jam gadang dan balai sidang bung hatta

Dalam foto lama yang saya temukan di dinding papan informasi di sekitar jam gadang, terdapat foto pohon beringin besar dan orang-orang yang sedang berjualan di sekitarnya. Di dalam foto tersebut tertulis, pohon beringin di pasar atas Bukittinggi, 1892-1905.

Dalam setiap pembangunan di sekitar jam gadang pohon beringin itu selalu dipertahankan, tidak pernah ditebang. Tahun 80-an di sekitar pohon beringin dibangun kolam, tapi tidak ada pemeliharaan, kolam tidak berair, yang tersisa hanya bentuk kolam berbentuk lingkaran. Setelah itu, karena gempa dilakukan renovasi jam gadang dan taman di sekitarnya, pohon beringin tetap dipertahankan. Tapi kali ini, pohon beringin itu ditebang, dan itu menghilangkan “sebagian” jiwa kawasan jam gadang, yang merupakan kawasan bersejarah dalam perancangan kota.

Pohon beringin merupakan symbol dari suatu kawasan karena di bawah/di sekitar pohon beringin, warga kota berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan. Pohon beringin menjadi bagian dari landmark kota.

Dalam sejarah Minang ada istilah Medan Nan Bapaneh dan Medan Nan Balinduang, maksud Medan Nan Balinduang adalah area yang berada di bawah pohon, karena terlindung dari sinar matahari (biasa di bawah pohon beringin). Di bawah pohon beringin itu dilakukan musyawarah dan mufakat.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pohon Beringin Di Antara Jam Gadang Dan Balai Sidang Bung Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>