Permainan Tradisional Khas Minang : Catua Rajo (Catur Raja) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Permainan Tradisional Khas Minang : Catua Rajo (Catur Raja) » Permainan Tradisional Khas Minang : Catua Rajo (Catur Raja)

Permainan Tradisional Khas Minang : Catua Rajo (Catur Raja)

(1824 Views) April 4, 2017 1:55 pm | Published by | No comment



Permainan catua rajo (catur raja) dimainkan oleh dua orang dalam posisi duduk berhadapan dengan menggunakan papan catur dan buah catur. Prinsip permainan mengalahkan lawan dalam setiap langkah. Permainan ini mengandalkan keseriusan, taktik, strategi, dan perhitungan. Catua rajo dimainkan oleh orang dewasa, atau remaja. Bukan permainan untuk wanita.

Perlengkapan permainan :
satu buah papan catur
Dua set buah catur berbeda bentuk atau warna, masing-masing 8 buah catur (total 16 buah catur).

papan catua rajo sumber foto ensiklopedia minangkabau

Pemain
Dua orang

Tata cara permainan

Buah catur dari pemain 1 diletakkan pada titik di garis miring ; a, b, c, d (4 buah catur yang lain digenggam dan digunakan pada saat salah satu buah menjadi rajo).
Buah catur pemain 2 diletakkan pada garis miring ; f, g, h, I.(4 buah catur yang lain digenggam dan digunakan pada saat salah satu buah menjadi rajo).




Permainan dimulai dengan melalukan suit antar kedua pemain. Suit adalah cara untuk menentukan, siapa pemain yang terlebih dahulu jalan. Kedua pemain menggengam jari kanan, setelah itu secara bersamaan membuka salah satu jari, dari tiga jari yang digunakan (jempol, telunjuk, dan kelingking). Jika bertemu jari jempol dan telunjuk, maka yang menang jari jempol. Jika bertemu jari kelingking dan jempol, maka yang menang jari kelingking. Jika bertemu jari telunjuk dan kelingking maka yang menang jari telunjuk.

Buah catur bergerak satu langkah ke depan, miring, atau samping, mengikuti garis menuju daerah lawan. Pemain 1 akan menjalankan buah caturnya menuju titik f (daerah lawan). Sedangkan, pemain 2 berusaha menjalankan buah catur menuju titik a (daerah lawan). Setiap buah catur yang bisa mencapai titik tersebut, dipromosikan menjadi rajo. Buah yang telah menjadi rajo, ditandai dengan mendempetkan dua buah catur. Untuk menjadi rajo tidak mudah, karena setiap pemain berusaha memakan buah catur pemain lawan dengan cara melangkahi buah catur lawan.

Rajo boleh bergerak ke segalah arah, melompati lebih dari satu titik, baik untuk memakan buah catur lawan, maupun langkah taktik biasa. Kemenangan ditentukan oleh habisnya buah catur lawan atau bila lawan menyerah.

Catua rajo biasa dimainkan di lapau (warung) pada sore hari, setelah pulang dari sawah. Pemilik lapau menyediakan papan catur serta buahnya. Ada lapau yang menyediakan meja tertentu, yang diukir secara permanen. Permainan catur raja dilakukan sambil ngobrol dan menikmati kopi, ketan, dan pisang goreng. Permainan berakhir ketika azan magrib atau salah seorang pemain harus meninggalkan lokasi, maka dapat diganti oleh pemain lain.

Sumber :
Ensiklopedia Minangkabau Edisi Awal
Tim yang diketua H. Mas’oed Abidin
Penerbit Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM)
April 2005



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Permainan Tradisional Khas Minang : Catua Rajo (Catur Raja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>