Perbedaan Palaminan Darek dan Rantau (Pasisie) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Perbedaan Palaminan Darek dan Rantau (Pasisie) » Perbedaan Palaminan Darek dan Rantau (Pasisie)

Perbedaan Palaminan Darek dan Rantau (Pasisie)

(813 Views) Desember 28, 2017 1:06 pm | Published by | No comment



Ketika kakak saya yang laki-laki menikah, ia menggunakan baju pengantin dari daerah rantau (pasisie) karena istrinya berasal dari pariaman. Sedangkan, ketika kakak wanita saya menikah, ia menggunakan baju pengantin dan pelaminan dari daerah darek, karena kami berasal dari Nagari Balingka (Kabupaten Agam). Wilayah budaya Minangkabau dibagi dalam dua wilayah; darek dan rantau

Darek terdiri dari tiga luhak (Luhak Nan Tigo), yaitu Luhak Tanah Datar. Luhak Agam. dan Luhak Limopuluah koto. Darek terletak di daerah dataran tinggi antara gunung Merapi. Singgalang dan Sago. Rantau merupakan daerah perluasan dan Luhak nan tigo. Rantau di bagian pantai barat Sumatera disebut pasisie, sedangkan rantau di bagian pantai timur disebut rantau timur.

Ada perbedaan mendasar antara baju pengantin dan pelaminan darek dan rantau, dari segi rancangan baju pengantin laki-laki dan warna yang digunakan. Di bawah ini dijelaskan beberapa perbedaan mendasar antara pelaminan di daerah darek dan daerah rantau ;




Palaminan di daerah darek (sering disebut Palaminan darek), digunakan oleh masyarakat di Luhak Tanah Datar. Luhak Agam. dan Luhak Limopuluah koto.

Warna-wama bahan dasar (kain) pada hiasan palaminan darek didominasi oleh warna-warna yang agak gelap ; seperti merah kasumbo, hijau kumbang janti, kuniang gadiang (kuning gading), kuniang ameh (kuning emas). manggih masak (warna buah manggis matang), dan hitam. Warna kain jalinnya terdiri dan; merah, kuning dan hitam.

Pelaminan daerah rantau ( disebut Palaminan Pasisie) digunakan di daerah Pesisir Selatan Padang dan Pariaman.

Warna hiasan palaminan pasasie didominasi oleh wama-warna yang cerah, seperti ijau lauik (hijau laut), ijau daun (hijau daun), ijau langik (hijau langit), rnerah lado (merah cabe), kuniang kunik (kuning terang), kuniang ameh (kuning emas), dan perak.

Masyarakat pasisie Iebih menyukai warna merah dan pada warna hitam, mereka lebih suka warna hijau dari pada coklat (warna buah manggis matang).

Warna kain jalinnya terdiri dari; merah, kuning dan hijau. Kain jalin di daerah Pesisir Selatan ada yang tidak memakai kain tiga warna, akan tetapi memakai kain panjang batik yang dijalin.

Sumber : Buku Palaminan Minangkabau, oleh Puti Reno Raudha.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Perbedaan Palaminan Darek dan Rantau (Pasisie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>