Penjual Makanan Individu di Pasar Ateh Ngarai dan Pasar Bawah : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Penjual Makanan Individu di Pasar Ateh Ngarai dan Pasar Bawah » Penjual Makanan Individu di Pasar Ateh Ngarai dan Pasar Bawah

Penjual Makanan Individu di Pasar Ateh Ngarai dan Pasar Bawah

(837 Views) Juni 6, 2017 7:18 am | Published by | No comment



Saya suka sekali berjalan-jalan di pasar ateh ngarai dan pasar bawah, terutama pada hari pasar (hari pakan, Rabu dan Sabtu). Kenapa? Karena banyak penjual makanan individu yang hanya berjualan pada hari itu. Apa yang dimaksud dengan penjual makanan individu? Penjual makanan individu adalah penjual makanan yang membuat sendiri makanan yang akan mereka jual. Mereka tidak menjual produk orang lain. Jenis makanan yang ditawarkan hanya satu jenis, misal lompong sagu (di pasar ateh ngarai), rakik dan pinyaram (di pasar bawah). Selain hanya satu jenis makanan, jumlah yang ditawarkan tidak banyak, disesuaikan dengan pangsa pasar dan kemampuan untuk membuat makanan tersebut.




Lompong sagu di pasar ateh ngarai hanya menawarkan 2 piring besar. Jika ada pembeli, penjual membalurkan lompong sagu dengan parutan kelapa. Pasar di pasar ateh ngarai buka antara pukul 6:30 -10:00 WIb, setelah itu tidak ada pembeli yang lalu lalang, sehingga dagangan harus habis selama 4 jam.

Sedangkan penjual rakik, menyediakan stok rakik terbatas, tidak mungkin membuat terlalu banyak, karena keterbatasan tenaga dan modal. Makanan rakik jika terlalu lama disimpan tidak garing, sehingga akan mengurangi rasa.

penjual rakik di pasar bawah bukittinggi.

Penjual Rakik

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan, penjual pinyaram membuat adonan, mengoreng, dan menjual di tempat. Pagi hari (pukul 7 :00 WIB) ia membuat adonan dan mengoreng 10-20 pinyaramam, kalau habis ia akan goreng kembali. Mengoreng sesuai penjualan akan mengurangi resiko rugi, jika pinyaram tidak segera terjual.

penjual pinyaram di pasar bawah bukittinggi.

Penjual Pinyaram

 

 

 

 

 

 

 

Jika permintaan banyak, pembeli harus memesan terlebih dahulu. Pinyaram yang dibuat satu-satu membutuhkan waktu, jika pemesan dilakukan dalam jumlah banyak. Bagi pembeli, mereka mendapatkan makanan yang baru dan segar, sedangkan bagi penjual, mereka mengurangi resiko rugi jika makanan tidak laku.

Penjual individu di Bukittinggi sangat banyak. Setiap penjual hanya menjual makanan tertentu yang menjadi spesialisnya. Jika penjual tidak berjualan pada hari itu, tidak ada yang menggantikan.

Mereka mengambil tempat yang kosong di pasar, karena hanya membutuhkan ruang 1 x 1 meter atau 1 x 1.5 meter (tergantung jenis makanan). Makanan yang dijual dapat dibawa sendiri, modal kecil, dan sebagian besar penjual ibu-ibu.

Penjual Individu :
Pinyaram (di pasar bawah)
Rakik (di pasar bawah)
Lompong sagu (di pasar ateh ngarai)
Jagung rebus (di pasar atas)
Tumbang (di pasar atas)
Keripik kentang (di pasar atas)
Inti (bulek-bulek) (di pasar bawah)
Lemang (di pasar bawah)



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Penjual Makanan Individu di Pasar Ateh Ngarai dan Pasar Bawah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>