Pasar Lereng Menjual Peralatan Pertanian tradisional : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » Pasar Lereng Menjual Peralatan Pertanian tradisional

Pasar Lereng Menjual Peralatan Pertanian tradisional

(3091 Views) November 15, 2014 8:17 pm | Published by | No comment



Pasar lereng, kata lereng dalam bahasa Minang berarti Menurun. Jadi pasar lereng, pasar yang letaknya menurun. Dari pasar atas (dekat jam gadang) ke pasar bawah, bisa melalui pasar lereng.

Banyak macam barang dagangan yang dijual di pasar lereng. Sisi atas pasar, terdapat penjual menjual baju, peralatan rumah tangga, sepatu. Sisi bawah pasar, pedagang peralatan pertanian tradisional :seperti sabit, cangkul, pisau, golok, tali pengikat anjing, sekop, dan segala peralatan yang saya tidak tahu nama dan kegunaannya. Ada peralatan masak kue tradisional seperti kue sapit (cetakannya terbuat dari besi) kembang goyang, cetakan kue serabi, dan cetakan dari kayu.

pasar lereng toko peralatan pertanian 4.

Di salah satu sudut pasar lereng, di sebelah kiri dari jam gadang, terdapat toko yang menjual berbagai macam bumbu. Kita dapat memesan bumbu sesuai kebutuhan, misalnya bumbu kari maka ia akan mencampur beberapa bumbu sehingga menjadi bumbu kari siap pakai. Toko bumbu itu sudah ada sejak sebelum tahun 1980 dan menyediakan segala macam bumbu masakan, lengkap. Restoran sering membeli bumbu ke toko ini.

Tahun 80-an, pasar lereng hanya ramai pada hari “Pakan”. Hari Pakan artinya hari pasar. Setiap daerah mempunyai hari pasar tersendiri, untuk Bukittinggi hari Rabu dan Sabtu. Tahun 90-an pasar lereng mulai ramai dengan pedagang kaki lima yang berjualan menggunakan tenda. Mereka membuat tenda dari kayu dan menutup atap dengan terpal warna biru dan orange. Mereka mulai berjualan dari pukul 10:00 WIB sampai sore (17:00 WIB). Setelah selesai berdagang, barang dagangan dibawa pulang atau dititipkan di rumah/toko yang ada di sekitarnya.




pasar lereng, toko alat pertanian 2.

Harga barang-barang di pasar lereng. lebih murah dibanding di pasar atas, itulah mengapa hari Rabu dan Sabtu, pasar lereng banyak pembeli. Apalagi saat lebaran tiba, empat- lima hari sebelum Lebaran, pasar lereng penuh sesak oleh pedagang dadakan dan pembeli.

pasar-lereng-toko-peralatan-pertanian 3

Gempa yang terjadi di Bukittinggi, menyebabkan sebagian tebing yang ada di pasar lereng longsor, rumah retak-retak, malah ada yang roboh (terlihat sisa bangunannya). Beberapa waktu lalu (Agustus 2014) pasar lereng di bagian bawah ditutup, sedang ada pengerjaan dinding penahan tanah pada tebing di atas toko, agar tidak membahayakan orang yang berada di bawahnya.

Saat ini, pasar lereng sudah selesai diperbaiki dan sudah berfungsi seperti dulu.

Ada penjual makanan khas minang; seperti lepat (lapek), perkedel jagung, cemilan, dan masih banyak lagi. Penjual berjualan secara individu (tidak berjualan di toko, tapi membawa jualannya dalam jumlah terbatas, dan duduk/menyelip di antara toko-toko). Pasar lereng tutup pukul 18:00 WIB. Pukul 17:00 WIB sebagian toko sudah mulai tutup, penjual individu sudah pulang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pasar Lereng Menjual Peralatan Pertanian tradisional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>