Panungkek (Wakil Panghulu/Datuk) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Panungkek (Wakil Panghulu/Datuk) » Panungkek (Wakil Panghulu/Datuk)

Panungkek (Wakil Panghulu/Datuk)

(1405 Views) Juli 13, 2017 3:20 am | Published by | No comment




Saat saya pulang bulan April 2017, saya melihat Tek Yuih meminta uang untuk panungkek ke uni Emi. Saya bertanya, “Uang untuk apa?” Ia mengatakan uang ucapan terima kasih kepada panungkek. Tidak banyak. Uang dikumpulkan tiap tahun, hanya warga suku yang ada di kampung (Balingka) dan di Bukittinggi. Sepupu yang berada di Jakarta dan Padang heran ketika saya sampaikan hal ini, karena tidak pernah mendengar sebelumnya. Menurut Tek Yuih, uang yang terkumpul dibelikan beras dan diberikan pada panungkek. Dulu, panungkek mendapat sekeping sawah kecil yang diambil dari sawah pusako suku, karena saat ini sudah tidak ada sawah yang bisa diberikan, maka warga suku memutuskan untuk memberikan uang. Tradisi mengumpulkan uang tersebut sudah berlangsung setiap periode.

Banyak datuak yang bermukim di perantauan (Padang, Medan, Bandung, dan Jakarta), sehingga fungsi datuak terpaksa digantikan oleh panungkek yang bermukim di kampuang atau di kota di sekitar kampung, yang mudah untuk bolak-balik ke kampung, jika ada warga suku yang bermasalah.




Panungkek merupakan wakil datuak, seperti kepala negara dan daerah, jabatan panungkek berlangsung selama datuak menjabat, pada saat datuak baru diangkat, maka panungkek yang menjadi wakilnya juga dipilih. Fungsi panungkek adalah sebagai pengganti atau mewakili datuak (panghulu), antara lain ; mengikuti rapat nagari, menyelesaikan masalah antara warga suku (misal, masalah sawah pusako dan masalah keluarga), memberikan surat keterangan bila ada warga suku yang menikah (isi surat keterangan menyampaikan bahwa benar bahwa saudara/i yang dimaksud merupakan warga suku (misal Koto) dan anak buah Datuak (nama datuak/panghulu)). Panungkek menyelesaikan masalah warga suku yang ada di kampuang dan kota di sekitar kampuang.

Di dalam adat Minang, ada 4 orang yang membantu datuk dalam melaksanakan tugasnya, yaitu 1) panungkek 2) manti 3) malin 4) dubalang. Manti adalah orang yang membantu pangulu di bidang tatalaksana pemerintahan. Malin adalah orang yang membantu pangulu di bidang agama. Dubalang adalah orang yang membantu panghulu dalam bidang keamanan. Karena perkembangan zaman dan budaya, hanya satu orang yang membantu datuak, yaitu panungkek, karena sebagian tugas pembantu datuak sudah dilakukan oleh lembaga negara (misal, polisi).



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Panungkek (Wakil Panghulu/Datuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>