Pakaian Adat Pengantin Wanita Batipuah : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Pakaian Adat Pengantin Wanita Batipuah » Pakaian Adat Pengantin Wanita Batipuah

Pakaian Adat Pengantin Wanita Batipuah

(928 Views) Januari 28, 2018 4:33 am | Published by | No comment



Pakaian adat pengantin wanita Nagari Batipuah dengan mudah dikenali dari bentuk hiasan kepala yang berbentuk persegi. Hiasan kepala ini dibuat dari kain balapak (kain songket) penuh. Bahan dan warna hiasan kepala terbuat dari songket, sama dengan kain kodek dan kain selendang (sandang). Selain songket, hiasan kepala terbuat dari kain satin berwarna merah dengan hiasan berupa ornament dari kuningan. Bentuk lipatan hiasan kepala disesuaikan dengan jenis kain, apakah menggunakan songket atau kain satin. Hiasan kepala yang menggunakan songket dilipat-lipat, bagian ujung kain diletakkan di bagian depan.

Hiasan kepala khas Nagari batipuah ini jarang digunakan oleh pengantin wanita Minang, karena harus dibuat sesuai dengan bentuk kepala pengantin. Pembuatan hiasan kepala tidak mudah, harus seseorang yang ahli yang dapat mengerjakannya. Saya tidak menemukan hiasan kepala Pengantin Wanita Batipuah dijual di toko penjual perlengkapan pengantin Minang di Pasar Atas, Bukittinggi. Hiasan kepala yang dijual di sana, suntiang besar (suntiang gadang), dan suntiang ketek. Hiasan kepala dari Nagari Koto Gadang berupa tekuluak, lebih mudah ditemukan dan dibuat.




baju pengantin-anak daro-batipuah.

Baju adat pengantin wanita Batipuah hampir sama dengan baju wanita Minang lainnya, berupa baju kuruang basiba yang terbuat dari beludru dengan hiasan minsie benang/kain emas dengan lebar 3 cm di bagian pinggirnya (di bawah tangan, di bahu, dan di bagian bawah baju). Warna baju gelap, seperti hitam, merah, dan ungu tua. Baju lengan panjang, tidak ¾ seperti baju adat pengantin wanita Koto Gadang, karena gelang yang digunakan tidak banyak dan tidak berukuran besar. Kain menggunakan kain songket dan seledang (sandang) songket dengan motif yang sama. Selendang (sandang) disampirkan di bahu sebelah kanan.

Perhiasan terdiri dari gelang (galang), kalung (dukuak), dan cincin. Kaluang berupa ; dukuah rago-rago, dukuah koban, dukuah panjang, dan dukuah rumah gadang. Gelang berupa galang gadang baeram dan galang rago-rago. Cincin digunakan di jari manis, di jari tengah, dan jari kelingking. Cincin kuku ameh digunakan di kelingking.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Pakaian Adat Pengantin Wanita Batipuah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>