Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » sejarah » Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi » Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi

Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi

(1740 Views) Desember 7, 2015 10:44 pm | Published by | Komentar Dinonaktifkan pada Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi



Bagi sebagian orang, mereka tidak bisa membedakan Muka Pasar dan Belakang Pasar, yang terdapat di pasar atas. Pasar atas adalah pasar yang terdapat di depan jam gadang, seluruh toko yang ada di pasar itu. Padahal, pasar atas terbagi menjadi beberapa bagian pada masa Belanda.

1.Loods (loih) galuang, mungkin pasar atas yang bertingkat dua, dulu merupakan area loih galuang.
2.Muka Pasar : Rumah toko yang terdapat di depan jam gadang (Rumah Makan Simpang raya) dan rumah toko di Jl, Minangkabau.
3.Belakang Pasar : Rumah toko yang terdapat di bagian belakang pasar.

Pada tahun 1923 kios-kios penjual yang terdapat di sisi Barat dan Timur Loih Galuang dirobohkan, Lalu dibangun 8 (delapan) blok rumah toko. Di sebelah Barat terdiri dari empat 4 (empat) blok sejajar dan oleh masyarakat dinamakan Muka Pasar, sedangkan di sebelah Timur yang juga terdiri dari 4 (empat) blok berjajar dua, disebut Belakang Pasar.




pasar atas pada foto disebut muka pasar.

Tahun 80-an bentuk ruko di muka pasar, masih banyak yang berbentuk bangunan lama. Saya masih ingat, sering belanja buku di Toko Buku Pustaka. Toko itu terletak di depan jam gadang, toko paling ujung, sekarang menjadi toko yang menjual mukena dan baju dari bordir. Jika ditelusuri bangunan di sepanjang Jl. Minangkabau, masih terlihat beberapa bangunan rumah toko yang dibangun saat zaman Belanda, terbuat dari kayu.

Bangunan rumah toko yang di belakang Rumah Makan Simpang Eaya, merupakan bangunan baru. Saat masih bangunan lama, tante saya pernah bermukim di rumah toko tersebut, kira-kira tahun 50-an, bangunan asli yang dibangun Belanda. Setelah tahun 70-an, bangunan tersebut dipugar dan diganti dengan bangunan baru. Tidak terlihat sama sekali bangunan lama khas zaman Belanda.

Sedangkan, bangunan di Belakang pasar, disain bangunannya masih bertahan sampai tahun 80-an. Saya masih ingat bentuk muka toko mempunyai garis lengkung. Toko memanjang ke belakang dan agak gelap. Di sepanjang toko belakang pasar itu ada penjual, ikan kering, tembakau, hasil bumi, toko penyewaan buku, dan bermacam-macam penjual, selain penjual kain.

Belakang pasar di pasar atasBelakang pasar di pasar atas, sebagian bangunan rusak karena gempa.

Di bagian ujung toko belakang pasar itu, kakek teman saya menjual tembakau. Berjenis-jenis tembakau dijual dan pembeli melinting sendiri tembakau yang mereka sukai untuk dihisap. Setelah kakek teman saya meninggal, usaha tersebut diteruskan oleh pamannya, sejak toko terkena gempa, saya tidak pernah lagi melihat penjual tembakau di Bukittinggi.

Saat terjadi gempa di Bukittinggi, sebagian besar toko di belakang pasar itu hancur, hanya menyisakan 2 toko di bagian ujung, toko sulaman Aisyah. Sampai hari ini, area toko belakang pasar dibiarkan terbengkalai, masih terlihat reruntuhan bangunan dan sebagian area menjadi tempat sampah dan tumbuh ilalang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

Comment Closed: Muka Pasar dan Belakang Pasar di Pasar Atas Bukittinggi

Sorry, comment are closed for this post.


center>