Mohammad Hatta dan Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » tokoh » Mohammad Hatta dan Bukittinggi » Mohammad Hatta dan Bukittinggi

Mohammad Hatta dan Bukittinggi

(893 Views) Juli 26, 2015 1:15 pm | Published by | No comment



Hatta dan Bukittinggi, tidak pernah terpisahkan.Bung Hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Ia lahir dan besar di Bukittinggi. Ibu berasal dari keluarga penjual di Bukittinggi, sedangkan ayah keturunan ulama tarekat di Batuhampar, dekat Payakumbuh.

foto bung hatta di rumah kelahiran bung hatta di Bukittinggi.

Di rumah bung Hatta, yang terletak di Jl. Soekarno Hatta dan dibuka untuk umum, terdapat silsilah keluarga Bung Hatta dari keluarga ibu dan ayah. Bung Hatta lahir tanggal 12 Agustus 1902, dengan nama Muhammad Athar. Sedangkan kakaknya Rafiah lahir pada tahun 1900.

Bung Hatta sekolah formal di sekolah swasta di Bukittinggi. Setelah enam bulan, ia pindah ke sekolah rakyat dan sekelas dengan Rafiah, kakaknya. Namun, ia berhenti pada pertengahan semester kelas tiga, dan pindah ke Padang.




Sejak kecil ia sudah belajar ilmu agama. Ia belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Dalam salah satu tulisan, Bung Hatta pernah menulis, “Pada siang hari ia belajar di sekolah rakyat. Sedangkan malam hari, belajar mengaji di surau Inyik Jambek, yang terletak di Tangah Sawah.”

Ketika belajar mengaji kepada Inyiak Djambek, Bung Hatta cepat belajar membaca huruf Arab dan menghafal ayat-ayat pendek (Juz Amma). Namun, ia tak bisa membaca dengan berirama, atau biasa disebut berlagu.

Saat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Hatta berkunjung ke Bukittinggi. Bung Hatta ditempatkan di gedung depan jam gadang. Walau mempunyai rumah di Bukittinggi, Bung Hatta menempati gedung itu selama delapan bulan antara bulan Juni 1947 hingga Februari 1948. Dulu gedung itu menjadi tempat kedudukan Residen Padangse Bovenlanden, dan Asisten Residen Agam. Selama Bung Hatta di Bukittinggi menjadi tempat kedudukan Wakil Presiden. Sekarang, gedung tempat kedudukan bung Hatta itu bernama Istana Bung Hatta, sebelumnya bernama gedung Tri Arga (tiga gunung-gunung Singgalang, Gunung Merapi, dan Gunung Sago).

Setelah masa kemerdekaan, Bung Hatta beberapa kali datang ke Bukittinggi untuk meresmikan RS Ibnu Sina yang terletak di Belakang Balok, dan meresmikan Museum Museum Tridaya Eka Dharma di Depan Panorama.

Artikel Terkait

1. Surau Inyiak Djambek Tempat Bung Hatta Belajar Mengaji
2. Perpustakaan Bung Hatta Baru di Gulai Bancah
3. Istana Bung Hatta Tempat Kedudukan Wakil Presiden Mohammad Hatta
4. Denah Arsitektur Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi
5. Rumah Kelahiran Bung Hatta



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mohammad Hatta dan Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>