Mesjid Raya Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » fasilitas wisata » Mesjid Raya Bukittinggi » Mesjid Raya Bukittinggi

Mesjid Raya Bukittinggi

(937 Views) Januari 23, 2017 2:43 am | Published by | No comment



Mesjid Raya terletak di pasar atas, di Jl. Minangkabau. Di depan jam gadang, lurus melalui di ujung Jl. Minangkabau terdapat Mesjid Raya. Mesjid raya dibangun oleh penjual yang berjualan di pasar atas. Dulu, setiap waktu Salat, mereka (penjual yang berjualan di pasar atas), Salat di salah satu toko di lantai atas di Jl. Minangkabau.

mesjid Raya Bukittinggi

Setelah itu didirikan mesjid di tempat yang sekarang, Mesjid Raya. Papa dan mama, Salat Subuh di Mesjid Raya, kadang saya terbangun dan ikut ke mesjid, sekitar tahun 1980-an . Sepanjang Jl. Minangkabau, saya belajar membaca nama-nama toko yang masih tutup. Ini merupakan latihan membaca yang menyenangkan karena nama toko ditulis besar dan menarik.




Mesjid Raya terus membangun, setiap saya ke sana selalu ada perubahan (jarak antara kedatangan saya yang pertama sampai terakhir antara tahun 1980-2015). Semakin lama semakin luas, tapi karena membeli tanah sedikit demi sedikit (area di sekitar mesjid raya padat dengan toko-rumah, sehingga pengembangan mesjid terjadi, jika ada toko-rumah yang dibeli), ruang di dalam mesjid tidak simetris. Tempat toilet dan wudhu terletak di bawah, dan dibuka satu jam sebelum Salat dimulai.

Jika waktu Salat tiba, semua laki-laki yang sedang berjualan di pasar atas menghentikan kegiatannya dan Salat ke Mesjid Raya, karena terletak di pasar, mesjid ramai pada saat Salat Zuhur dan Ashar. Apakah transaksi jual beli terhenti? Bagi penjual yang mempunyai pegawai wanita, toko tetap buka, bila tidak toko ditutup dan pembeli bisa datang beberapa menit kemudian.

Seperti mesjid pada umumnya, selain tempat Salat Mesjid Raya berfungsi untuk tempat mengaji (mendengar ceramah), setiap hari Sabtu, rutin, kira-kira pukul 9:00 WIB sampai pukul 11:00 WIB, sebelum Salat Zuhur di mulai.



Tahun 2014, saya masuk mesjid dan sedang ada ceramah agama, saya nimbrung di kelompok ibu-ibu. Kira-kira 20-30 orang. Sedang kelompok bapak-bapak 4-5 orang. Jadi teringat, waktu kecil sering diajak mama mendengarkan pengajian ustad Palimo Kayo. Saat itu, ukuran mesjid masih kecil, tapi jumlah ibu-ibu yang mendengar ceramah tidak jauh beda, antara 20-30 orang.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mesjid Raya Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>