Mesjid Nurul Haq Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » arsitektur publik » Mesjid Nurul Haq Bukittinggi

Mesjid Nurul Haq Bukittinggi

(844 Views) Oktober 15, 2017 9:56 am | Published by | No comment



Mesjid Nurul Haq terletak di Kampuang Cina, di perempatan Jl. Luruih, Jl. Teuku Umar, dan Jl. A. Yani. Mesjid ini mulai dibangun tahun 80-an. Saya pernah belajar membaca Al Quran dan khatam Al Quran di mesjid ini. Pada saat khatam Al Quran diadakan pawai keliling kota Bukittinggi (tradisi khatam Al Quran di setiap mesjid di Bukittinggi). Siswa kembali ke mesjid (setelah pawai) untuk membaca Al Quran satu persatu di depan penguji, orang tua, dan hadirin. Pada akhir acara ditentukan pemenang baca Al Quran dan diberi hadiah dan piala.

Mesjid Nurul Haq Bukittinggi.

Jika diperhatikan kontur kawasan, mesjid Nurul Haq terletak pada tanah yang paling rendah dari Jl. Teuku Umar dan Jl. Luruih (di ujung jalan). Lahan mesjid terbatas, terletak di sudut kedua jalan itu, sehingga tidak tersedia tempat parkir. Akses ke mesjid melalui Jl. Teuku Umar dan Jl. Luruih. Jamaah wanita masuk dari arah Jl. Luruih, sedangkan jamaah laki-laki dari arah Jl. Teuku Umar. Mesjid terdiri dari tiga lantai, lantai pertama (dasar) digunakan untuk toilet dan tempat wudhu, sedangkan lantai 2 dan 3 untuk tempat Salat.




Tahun 1985, mesjid terdiri dari 2 lantai. Kemudian panitia mesjid membeli rumah yang terletak di sebelah kanan (Jl. Luruih) dan dibangun menjadi 3 lantai. Lantai ke 3 digunakan untuk tempat salat. Rancangan mesjid tidak mengadopsi desain mesjid Khas Minang, karena memaksimalkan lahan yang ada untuk bangunan. Atap menggunakan atap datar dan ada 3 atap dome menandakan bahwa bangunan itu mesjid.

Mesjid Nurul Haq merupakan salah satu mesjid yang memfasilitasi salat Subuh Berjamaah yang dilakukan dari mesjid
ke mesjid. Salat Subuh Berjamaah di mulai sejak acara Bela Islam 212 di Jakarta. Acara Salat Subuh Berjamaah di mulai dari Salat Tahajud antara pukul 3:00 atau pukul 4 : 00 WIB, setelah itu diakhiri dengan Salat Subuh dan ceramah. Acara selesai antara pukul 6:00-7:00 WIB. Peserta salat Subuh Berjamaah datang dari berbagai nagari di sekitar Bukittinggi, secara berombongan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mesjid Nurul Haq Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>