Menyaksikan Malam Final Bujang Jo Gadih Bukittinggi 2017 : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Menyaksikan Malam Final Bujang Jo Gadih Bukittinggi 2017 » Menyaksikan Malam Final Bujang Jo Gadih Bukittinggi 2017

Menyaksikan Malam Final Bujang Jo Gadih Bukittinggi 2017

(591 Views) Juni 5, 2017 7:13 am | Published by | No comment



Pada tanggal 13 Mei 2017 malam final Bujang jo Gadih 2017 dilaksanakan, kebetulan saya masih di Bukittinggi. Saya tanya sepupu yang mengelola hotel, apakah ia mendapatkan undangan final pemilihan duta wisata Bukittinggi itu, jika ia, saya ingin ikut menyaksikan pemilihan bujang jo gadih Bukittinggi. Ia mengatakan, mendapatkan undangan dan saya bisa ikut.

Menurut undangan, tamu sudah berada di venue (Balai Sidang Bung Hatta), pukul 19:30. Sepupu menyarankan kita pergi dari rumah pukul 19:30 saja, karena biasa acara telat. Jarak Balai sidang Bung Hatta dengan rumah kami, kira-kira 200 meter, dekat. Di dalam ruangan sebagian tamu sudah datang. Bagian depan untuk tamu kehormatan (walikota dan jajarannya). Deretan ke-2 diperuntukan bagi orang tua dan keluarga finalis, dan finalis tahun sebelumnya. Deretan ke-3 untuk tamu undangan. Kami berada di urutan ke-3.




Pukul 21:00 WIB acara dimulai dengan pidato dari ketua pelaksana acara (Kepala Bidang Pariwisata pemerintah kota Bukittinggi) yang mengatakan jumlah peserta yang ikut tahun ini sebanyak 76 peserta. Pada malam final terpilih 20 peserta yang terdiri dari 10 bujang (laki-laki) dan 10 gadih (wanita).

Setelah itu semua finalis keluar dari belakang panggung, gadih memakai songket dan baju kurung merah, ditambah dengan selendang sulaman koto gadang. Sedangkan bujang menggunakan baju merah, pakai kopiah, dan songket di pinggang. Setelah berjalan mengelilingi panggung, pada sesi tertentu yang gadih melakukan satu dua gerakan tari Minang, sedangkan yang bujang membuat gerakan silat. Bagus.

Kemudian dilanjutkan acara perkenalan dan tanya jawab. Satu orang bujang dan gadih, ke panggung dan memperkenalkan diri, menyebutkan nama, usia, dan kegiatan (siswa/mahasiswa). Setelah itu mereka mendapat 1 pertanyaan yang harus dijawab. Peserta berasal dari Bukittinggi dan sedang kuliah di luar kota Bukittinggi, misal dari Universitas Andalas (Padang), Universitas Telkom (Bandung).

peserta bujang jo gading memperkenalka diri dan menjawab pertanyaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertanyaan yang diajukan tentang pariwisata, pemuda, dan Bukittinggi, misal bagaimana tanggapannya terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, dan Transgender)? Apa yang dimaksud dengan desa wisata? Bagaimana mengatasi masalah sampah di Bukittinggi?

Saya tidak menyaksikan acara sampai selesai, hanya sampai pidato walikota Bukittinggi H.M.Ramlan Nurmatias, yang telat datang, karena harus menemani tamu dari Jakarta yang berkunjung ke Bukittinggi.

Acara diselenggarakan dengan cukup menarik dari segi tata panggung, musik (perpaduan instrumen tradisional (talempong) dan modern (drum), dan prosesi acara. Tapi, menunggu selama 1.5 jam terlalu lama.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Menyaksikan Malam Final Bujang Jo Gadih Bukittinggi 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>