Mencari Local Guide (Pramuwisata) di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Mencari Local Guide di Bukittinggi » Mencari Local Guide (Pramuwisata) di Bukittinggi

Mencari Local Guide (Pramuwisata) di Bukittinggi

(945 Views) Juni 2, 2017 6:27 am | Published by | No comment




Bagi wisatawan yang membutuhkan pramuwisata lokal (Local Guide) untuk wisata di Bukittinggi dan Sumatera Barat dapat menemukan local guide di Taman Panorama dan di kampuang Cina (pramuwisata biasa duduk-duduk di cafe yang terdapat di area kampung Cina (Jl. Teuku Umar da Jl. A. Yani).

Pramuwisata yang duduk di cafe di kampung cina mengkhususkan diri pada wisata petualang, misal mendaki Gunung Merapi dan Gunung Singgalang , trekking, dan berselancar di pulau Nias dan Mentawai. Sedangkan, pramuwisata di Panorama memberikan informasi tentang ngarai sianok, lubang jepang, dan objek wisata yang ada di Bukittinggi dan sekitarnya. Pramuwisata dapat membuat paket perjalanan di Sumatera Barat, misal perjalanan paket 3 hari, 2 hari di Bukittinggi, dan 1 hari di Padang. Kota Bukittinggi ideal untuk tempat bermukim selama berwisata di Sumatera Barat, karena dekat dengan banyak objek wisata, misal Pagaruyuang, Danau Maninjau, dan Harau.

tulisan panorama taman panorama dengan latar gunung merapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain memberikan info tentang objek/tujuan wisata, local guide dapat memberikan info tentang rumah makan dan tempat oleh-oleh, dan objek wisata baru yang ada di Bukittinggi, misal Taruko, dan rumah pohon.

Menurut Firdaus, salah seorang pramuwisata di Panorama, terdapat 50 orang pramuwisata lokal di panorama. Mereka dapat ditemui di depan (sebelum pintu masuk ) taman panorama, di kantin, dan di gazebo.

Jika rombongan wisatawan dalam jumlah banyak (lebih dari 60 orang) biasa terdapat 2-3 pramuwisata lokal yang menemani. Salah seorang pramuwisata menjadi juru bicara, sedangkan yang lain mendampingi.

Pramuwisata mempunyai kode etik sendiri, cara mereka mendekati wisatawan dan berkomunikasi cukup ramah. Wisatawan dapat bertanya dan memutuskan menggunakan jasa mereka atau tidak, seperti Firdaus, yang menghampiri saya pada saat berkunjung ke taman panorama.




Hal serupa saya temukan ketika berjalan menuju lubang Jepang, sesampai di bagian bawah (sebelum masuk ke dalam lubang Jepang), tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampiri dan bertanya,” Ingin masuk ke dalam?” Saya yakin salah seorang pramuwisata. Karena ada keperluan lain, saya menunda untuk masuk lubang Jepang, hanya memotret sisi luar saja, dan denah ruang yang terdapat di dinding.

“Berapa biaya jasa pramuwisata?” tanya saya ke Firdaus. Ia agak sungkan menjawabnya, tapi kemudian, ia memberikan angka Rp. 70.000 untuk menyusuri lubang jepang. Kalau 1 hari, memandu tamu di kota Bukittinggi (di dalam kota), kira-kira 150 ribu.

Pramuwisata mengharapkan hubungan yang baik antara mereka dan wisatawan. Wisatawan terbantu dengan info dan bantuan yang mereka berikan, sehingga dapat datang kembali ke Bukittinggi dan merekomendasikan pramuwisata ke keluarga dan teman.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Mencari Local Guide (Pramuwisata) di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>