Masjid Raya Bayur di Maninjau Bergaya Arsitektur Mesjid Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » arsitektur publik » Masjid Raya Bayur di Maninjau Bergaya Arsitektur Mesjid Minang » Masjid Raya Bayur di Maninjau Bergaya Arsitektur Mesjid Minang

Masjid Raya Bayur di Maninjau Bergaya Arsitektur Mesjid Minang

(940 Views) Februari 27, 2017 11:40 pm | Published by | No comment



Saya baru pertama kali ke Mesjid Bayur di Maninjau, saat itu kami dari Padang menuju Bukittinggi melalui Lubuk Basung dan Maninjau. Di Mesjid Bayur mampir sebentar untuk Salat Ashar. Mesjid baru. Mesjid terletak di pinggir jalan, bus parkir di pinggir jalan.

Mesjid Raya Bayur Maninjau

 

 

 

 

 

 

 

 

Halaman mesjid cukup luas, terdapat parkir di halaman mesjid. Mesjid terletak di bagian atas, sehingga harus menaiki beberapa anak tangga. Sesampai di bagian atas, terdapat petunjuk yang mengarahkan jamaah wanita dan pria menuju toilet dan tempat wudhu. Kami yang wanita menuju ke arah kiri, menuju toilet dan tempat wudhu wanita, sedangkan pria menuju ke sebelah kanan.

Selain petunjuk arah, ujung mesjid mengarah ke depan, ke tangga menuju mesjid, seakan-akan mengarahkan ke kanan dan ke kiri. Unik karena, dari depan yang terlihat adalah ujung (sisi sudut) mesjid, bukan sisi depan.




Toilet dan tempat wudhu wanita terletak di bagian belakang mesjid, berhadap-hadapan dengan tempat wudhu pria. Antara tempat wudhu wanit dan pria terdapat kolam yang cukup lebar, tapi dangkal. Mesjid ini diperkirakan bisa menampung 400-500 jamaah. Jumlah toilet, tempat wudhu, dan kamar mandi wanita cukup banyak.

Gaya arsitektur mesjid Bayur terinspirasi dari gaya arsitektur Mesjid Khas Minang. Atap yang berlapis-lapis (tidak berupa dome) merupakan salah satu elemen mesjid khas Minang. Tapi, di bagian atas atap, bentuk atap tidak seperti atap Mesjid Khas Minang. Saya belum pernah melihat bentuk atap itu sebelumnya.

Mesjid dikelilingi kolam dan air terjun karena air digunakan untuk bersuci. Di Minang, surau dan mesjid selalu terletak di dekat kolam (tabek) atau sungai. Air sungai dan kolam (tabek) digunakan untuk berwudhu, mandi, dan sebagian digunakan untuk mencuci.

Bangunan mesjid didominasi warna hijau dan putih dan menggunakan material batu alam pada sebagian dinding.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Masjid Raya Bayur di Maninjau Bergaya Arsitektur Mesjid Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>