Macam-Macam Rendang di Ranah Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Macam-Macam Rendang di Ranah Minang » Macam-Macam Rendang di Ranah Minang

Macam-Macam Rendang di Ranah Minang

(1248 Views) Mei 5, 2016 12:02 pm | Published by | No comment



Orang Minang selalu berinovasi dalam hal makanan. Mereka selalu membuat sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu, yang menjadi ciri khas dari sebuah kelompok atau produsen makanan, misal kerupuk sanjai lado hijau (kerupuk sanjai cabe hijau), dan kerupuk sanjai rasa durian.

Rendang menjadi bagian dari inovasi. Dulu saya hanya mengenal rendang daging (sapi) dan rendang ayam. Sekarang ada rendang talua, runtiah, belut, jengkol, telur itik, kentang kecil-kecil, rendang kacang, rendang sanjai dadu, udang, hati sapi, telur puyuh, daging giling isi telur puyuh, singkong, bebek, dan pensi.

rendang daging

Saya belum mencoba semua inovasi rendang dari berbagai macam bahan, jadi tidak bisa mendeskripsikan berbagai macam rasa rendang itu. Rendang daging ayam lebih lunak dibanding daging sapi, harus hati-hati untuk memasak atau menghangatkan ulang daging ayam. Jika terlalu sering diaduk daging ayam akan hancur, dan bercampur dengan bumbu.

Rendang talua ada dua, 1) telur itik yang telah direbus dan dimasak dengan rendang daging. Telur dimasukkan saat daging masih jadi kalio. Agar bumbu masuk ke dalam telur rebus, telur ditusuk dengan garpu. 2) rendang telur ala Payakumbuh, bentuk rendang berbentuk jajaran genjang, tipis, dan berbumbu kering.

Rendang runtiah, adalah daging rendang disuwir-suwir, masih terlihat suwir daging pada rendang. Rendang paru (orang Minang menyebut rendang rabu). Rendang paru melalui proses yang lebih rumit. Pertama paru direbus, lalu digoreng setengah matang, dan goreng lagi hingga kering. Setelah itu masak bumbu dan santan. Kemudian, masukkan goreng paru sampai kering.

Rendang kerupuk sanjai potongan dadu, kentang kecil-kecil, dan kacang merah merupakan bahan yang digabungkan dengan rendang daging. Rendang kapau (rendang yang dimasak oleh orang dari Nagari Kapau), biasa menambahkan sanjai potongan dadu ke dalam randang. Sanjai masih garing, tapi ada rasa rendang.




Kentang kecil-kecil lebih sering digunakan untuk rendang, dibandingkan dengan kentang besar yang dikupas kulit. Kentang besar mudah hancur, jika selalu dikeringkan. Sedangkan kentang kecil-kecil dimasak dengan kulit. Kulit dibersihkan dengan menggunakan ampas kelapa sampai ampas kelapa bersih.

Rendang hati, paru, dan limpa, dipotong kecil dan dimasak jadi rendang. Rasa rendang hati padat, sedangkan rendang paru dan limpa lunak.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Macam-Macam Rendang di Ranah Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>