Lepat (Lapek) Khas Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Lepat (Lapek) Khas Minang » Lepat (Lapek) Khas Minang

Lepat (Lapek) Khas Minang

(2872 Views) Februari 24, 2017 2:19 pm | Published by | No comment




Makanan ringan lepat (lapek) dijual di pasar bawah Bukittinggi, biasa pedagang lepat, hanya menjual lepat atau beberapa makanan ringan lain. Makanan ringan lepat tidak dijual di rumah makan/restoran Padang atau di lapau. Makanan ringan yang ada di lapau berupa goreng-gorengan (bakwan, sala lauak, risoles) dan kerupuk balado.

Tidak banyak penjual lepat di pasar bawah Bukittinggi. Paling mudah mencari penjual lepat pada hari pasar, Rabu dan Sabtu, karena pada hari itu, Bukittinggi ramai. Jenis lepat (lapek) yang dijual antara lain lepat jagung dan lepat singkong. Padahal banyak sekali variasi lepat khas Minang, dari jenis bahan baku yang digunakan (singkong, pisang, beras ketan, tepung beras) dan cara membungkus.

Beberapa jenis lepat hanya ada pada saat acara pesta (baralek), misal lepat (lapek) abuak. Lepat ini terbuat dari tepung beras dicampur dengan gula pasir dan parutan kelapa. Lepat ini dibungkus seperti limas segi empat (seperti piramid). Saya pernah membuka bungkus lepat ini dan memperhatikan pola daun pisang untuk membungkus lepat abuak, rumit, dan membutuhkan daun pisang yang lebar.




Lapek abuak-balingka

Lepat (lapek) abuak, saya dapatkan dari saudara yang sedang melangsungkan pesta pernikahan (baralek) di Balingka. Masih ada tradisi membuat lepat abuak untuk tamu undangan tertentu. Tidak semua undangan mendapatkan lepat (lapek) abuak, biasa keluarga dekat dengan jumlah terbatas (2-4 lepat), karena pengerjaannya yang membutuhkan waktu dan ketrampilan khusus (dalam membentuk bungkus lepat), tidak semua orang bisa melakukannya.

Lepat (lapek) sagan, dapat ditemukan di acara keluarga, salah seorang anggota keluarga membuat/membawa lepat ini. Lepat sagan terbuat dari beras ketan, pisang raja (atau pisang kepok), dan gula pasir. Pengerjaan lepat sagan lebih mudah, beras ketan direndam selama 4-5 jam, lalu dicampur dengan pisang raja, dan gula pasir. Cara membungkus lepat sagan lebih mudah. Adonan diletakkan pada lapisan daun pisang pertama, setelah itu ditutup dengan daun pisang kedua di bagian atas, lalu dilipat bagian ujung.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Lepat (Lapek) Khas Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>