Layang-Layang atau Alang-Alang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Layang-Layang atau Alang-Alang » Layang-Layang atau Alang-Alang

Layang-Layang atau Alang-Alang

(1079 Views) Maret 21, 2017 4:18 am | Published by | No comment




Tahun 80-an, saya ikut bermain layang-layang dengan uda (kakak laki-laki), di halaman sekolah di dekat rumah kami. Ia bermain dengan teman-temannya. Saya hanya melihat layang-layang dinaikkan dan mengudara di angkasa. Sebelum magrib, layang-layang harus segera diturunkan dan permainan selesai. Semua pemain pulang ke rumah masing-masing.

Sebelum bermain layang-layang, uda mempersiapkan semua peralatan dengan baik, layang-layang dan benang yang akan digunakan untuk menaikkan layang-layang ke udara. Saya masih ingat, benang dilapisi dengan cairan bercampur kaca. Kaca bekas digiling halus dan dicampur dengan cairan. Benang direndamkan ke dalam cairan tersebut, lalu dikeringkan dengan cara melilitkan benang yang masih basah pada dua tiang. Setelah kering, digulung secara hati-hati dan dimasukkan ke dalam kaleng.

Saat disentuh, benang yang telah dilapisi kaca itu terasa tajam. Benang ini digunakan untuk mengadu layang-layang di udara. Layang-layang yang benangnya putus, kalah.




Permainan layang-layang sudah dilakukan sejak dulu, setelah panen, dilakukan di area sawah yang kering. Layang-layang dimainkan oleh anak-anak, remaja, dan dewasa, tidak hanya sebagai hobi dan pengisi waktu, tapi sudah dilombakan pada acara keramaian dan perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau masyarakat. Permainan ini sangat tergantung dari kondisi angin.

Kategori yang dilombakan ; ketinggian layang-layang saat diterbangkan, keindahan gerakan layang-layang, dan kreatifitas bentuk layang-layang. Di beberapa nagari, layang-layang dilombakan berdasarkan suara yang dihasilkan, yang disebut layang-layang daguang. Jenis perlombaan adalah layang-layang darek (layang-layang dari daerah Padang Panjang).

Dalam permainan layang-layang ada aturan main ; bila layang-layang putus, maka benang boleh diambil oleh siapa saja, tetapi layang-layang harus dijaga dan dikembalikan ke pemiliknya, bila diminta.

Layang-layang maco adalah layang-layang yang biasa dimainkan oleh anak-anak. Layang-layang maco banyak dijual di warung. Pembuatannya mudah, dua buah bambu disilangkan (vertikal dan horizontal), diikat dengan tali dan ditempel dengan kertas minyak. Pembuat layang-layang profesional dapat membuat layang-layang yang bila putus, menukik kembali ke arah ke pemiliknya.

Sumber :
Ensiklopedia Minangkabau Edisi Awal
Tim yang diketua H. Mas’oed Abidin
Penerbit Pusat Pengkajian Islam dan Minangkabau (PPIM)
April 2005



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Layang-Layang atau Alang-Alang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>