Kunjungan ke Museum Istano Basa Pagaruyuang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Kunjungan ke Museum Istano Basa Pagaruyuang » Kunjungan ke Museum Istano Basa Pagaruyuang

Kunjungan ke Museum Istano Basa Pagaruyuang

(466 Views) Juni 8, 2017 3:47 am | Published by | No comment



Kunjungan saya ke Museum Istano Basa Pagaruyuang dilakukan secara terburu-buru, karena sampai di istano basa pukul 16:00 WIB. Kami parkir di depan kompleks dan berjalan kaki menuju kompleks istano. Saya membeli tiga karcis, kami bertiga, tapi teman kakak yang biasa mengantar tamu ke pagaruyuang (driver) mengatakan, “Beli 2 karcis saja.” ia gratis. Pada saat menyerahkan karcis, penjaga karcis hanya menyobek dua karcis, tapi kami bisa masuk bertiga.

istana pagaruyuang

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya segera memotret rumah gadang Istano Baso dari pintu masuk. Ketika memotret kembali, sudah ada rombongan ibu-ibu yang berpakaian adat minang di depan rumah gadang. Mereka siap difoto oleh fotografer yang ada di tempat itu. Titik pengambilan foto terbaik, di depan rumah gadang. Semua orang ingin mengambil gambar di titik itu.

Sebelum masuk ke dalam rumah gadang, petugas memberikan kantong plastik untuk tempat sandal. Semua tamu harus membuka sepatu/sandal, dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan diletakkan di tangga. Saya sarankan, lebih baik membawa kantong plastik sendiri dan memasukkan sandal/sepatu ke dalam tas.




Di dalam rumah gadang, ada petugas/staff yang akan memberikan penjelasan tentang rumah gadang dan koleksi yang tersimpan di sana. Karena waktunya pendek, saya langsung bergegas ke lantai 2 dan lantai 3. Di lantai 3 bertemu dengan 2 orang wisatawan dari Malaysia. Salah seorang dari mereka mengatakan, bahwa di Negeri Sembilan juga terdapat rumah gadang seperti istano basa pagaruyuang, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil. Ia menceritakan sekilas tentang Orang Minang di negeri sembilan, dan mengatakan ada beberapa kata yang sama, digunakan oleh orang Minang dan orang Negeri Sembilan. Mereka liburan beberapa hari, dari Bukittingi mereka menuju Istano Basa.

Tangga menuju lantai 2 dan 3 cukup terjal dan hanya dapat dilalui satu orang, sehingga saya harus hati-hati menuruni dan menaiki tangga tersebut. Di lantai 2, terdapat ruangan besar yang digunakan untuk untuk putri raja yang belum menikah. Di lantai ke-3 (lantai paling atas), ruangannya lebih kecil, disebut dengan anjung peranginan, (posisi ruangan ini tepat berada di bawah atap gonjong yang di tengah, disebut gonjong mahligai), tempat raja dan permaisuri bersantai sambil melihat pemandangan di sekitar istana.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Kunjungan ke Museum Istano Basa Pagaruyuang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>