Kesan Mengunjungi Museum Adityawarman di Padang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Kesan Mengunjungi Museum Adityawarman di Padang » Kesan Mengunjungi Museum Adityawarman di Padang

Kesan Mengunjungi Museum Adityawarman di Padang

(988 Views) Juni 10, 2017 3:58 am | Published by | No comment




Saya pertama kali mengunjungi museum Aditywarman dan masuk dari pintu samping, tidak dari pintu depan, karena diturunkan di pintu tersebut oleh teman yang mengantar. Sehingga, saya memasuki ruang museum di bagian bawah rumah gadang. Ruang museum di bagian bawah rumah gadang memamerkan koleksi ; baju adat Minangkabau dari semua Nagari yang ada di Provinsi Sumatera Barat, perhiasan, alat rumah tangga, senjata, dan perlengkapan/alat berburu masyarakat Minang.

museum adityawarman di Padang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah itu saya memutar menuju bangunan berikutnya. Ruang ini memamerkan arsitektur Minang antara lain ; rumah gadang dan surau dari berbagai nagari, ukiran dan maknanya, perlengkapan tukang membuat rumah gadang, dan rumah gadang dalam skala kecil.

Pada salah satu ruangan terdapat foto korban gempa Padang pada tahun 2009.

Ruang berikutnya, memamerkan baju kebesaran kerajaan yang ada di Minangkabau, ternyata di Minangkabau tidak hanya satu kerajaan, Istano Basa Pagaruyuang di Batusangkar, tapi banyak kerajaan lain di Minangkabau. Di setiap lemari pajang dipamerkan baju kebesaran raja, stempel kerajaan, dan bendera.




Saya menuju rumah gadang, dari depan. Di bagian depan terdapat petugas yang menanyakan karcis tanda masuk. Saya tidak mempunyai karcis karena masuk dari pintu samping, petugas tersebut meminta saya membayar Rp. 3.000, harga tanda masuk ke Museum. Ia yang akan membantu, membelikan karcis untuk saya dan memasukkan karcis ke dalam kotak karcis. Saya diminta menulis nama dan alamat di buku tamu . Setelah itu, saya melihat-lihat koleksi museum di dalam rumah gadang.

Pada sisi kanan terdapat peralatan menyulam, replika transportasi yang digunakan warga Minang, dan perhiasan. Sedangkan pada sisi kiri, dipajang semua jenis sulaman dan produksi songket dari wilayah yang ada di Sumatera Barat. Songket dari pandai sikek, sulaman koto gadang, batik dari Balingka, tenun silungkang, dan batik dari daerah pasisie.

Pada salah satu sudut rumah gadang terdapat pelaminan. Museum Adityawarman menyediakan kostum pengantin Minang yang disediakan bagi pengunjung yang akan berfoto menggunakan kostum baju Minang.

Dari empat museum tentang Minang yang saya datangi, museum Adityawarman sangat representatif menggambarkan adat budaya Minang. Ruang pamer besar, dan penyusunan barang-barang koleksi terkonsep dan sesuai kategori (perhiasan, sulaman, alat transportasi, senjata, dan alat rumah tangga).



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Kesan Mengunjungi Museum Adityawarman di Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>