Jam Gadang di Pagi Hari (Suasana dan Panorama) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » Jam Gadang di Pagi Hari » Jam Gadang di Pagi Hari (Suasana dan Panorama)

Jam Gadang di Pagi Hari (Suasana dan Panorama)

(1109 Views) Juni 13, 2015 6:34 am | Published by | No comment



Setelah subuh, saya suka berjalan pagi ke Jam Gadang. Dari rumah yang terletak di Jl. Yos Sudarso ke jam gadang membutuhkan waktu 5 menit. Jalanan masih sepi. Petugas kebersihan mulai bekerja membersihkan jalan dari sampah daun dan sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh warga atau wisatawan.

Di bawah jam gadang, petugas kebersihan yang membersihkan sampah di area itu lebih banyak lagi, mereka bekerja sangat cepat. sebelum pukul 7: WIB, area jam gadang sudah bersih. Pada masa libur lebaran. sampah yang berserakan sangat banyak. Seharusnya pemerintah daerah Bukittinggi menyediakan sangat banyak tempat sampah, jika perlu tiap lima meter, karena wisatawan menumpuk di bawah jam gadang.

Hari biasa, hanya beberapa orang yang jalan pagi di sekitar jam gadang. Beberapa di antaranya wisatawan, memotret jam gadang saat pagi, dan suasana di sekitar jam gadang yang masih sepi. Sedangkan yang lain, beberapa warga Bukittinggi, olah raga ringan, jalan kaki atau ada yang membawa anjing peliharaannya jalan pagi.




senam pagi di bawah jam gadang-plaza depan jam gadang.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pukul 6:30 WIB, mulai berdatangan orang yang berolah raga, melakukan senam bersama, dipimpin oleh seorang pemandu. Siapa saja boleh ikut, mengikuti barisan di belakangnya. Toko masih banyak yang tutup, tapi rumah makan simpang raya, sudah buka sekitar pukul 6:30 WIB. Pegawai merapikan dan membersihkan semua perlengkapan rumah makan. Mereka sudah menyediakan sarapan, saya pernah memesan roti bakar dengan susu kental manis. Sedangkan toko pisang bakar Zen, kira-kira 5-10 toko di belakang rumah makan simpang raya, buka pukul 7:30 WIB, menyediakan lontong sayur, teh manis, kopi, dan menu sarapan lainnya.

Kalau masa libur lebaran, banyak pedagang yang tidur di bawah jam gadang. Mereka berjualan di sana dan tidur di sana, hanya pada saat libur lebaran dan libur panjang.

Biasanya perjalanan pagi ke jam gadang, saya tutup dengan berjalan pelan-pelan melalui Jl, Minangkabau ke arah janjang 40. Dari atas janjang, terlihat pemandangan kota Bukittinggi ke arah pasar banto dan pasar bawah. Setiap pagi, petani membawa hasil kebunnya dan berjualan di parkiran pasar banto.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Jam Gadang di Pagi Hari (Suasana dan Panorama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>