Jalur Pejalan Kaki, Ngarai Sianok ke Koto Gadang, Great Wall Ala Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » Jalur Pejalan Kaki, Ngarai Sianok ke Koto Gadang, Great Wall Ala Bukittinggi

Jalur Pejalan Kaki, Ngarai Sianok ke Koto Gadang, Great Wall Ala Bukittinggi

(2125 Views) November 24, 2014 7:27 pm | Published by | No comment



Jalur pejalan kaki, Ngarai Sianok – Koto Gadang, sering dilalui oleh penduduk dari desa : Koto Tuo, Balingka, Koto Gadang, Sungai Tanang, ke Bukittiggi. Ada beberapa jalur, setiap orang mempunyai jalur, yang biasa mereka tempuh dari desa masing-masing. Itu dilakukan pergi pulang dari/ke desa ke/dari Bukittinggi.

Dulu, pejalan kaki harus dilalui, tentu jalur tanah dan harus menembus hutan. Sekarang, sejak tahun 2013, dibangun great wall, jalur yang dibuat khusus, sehingga pejalan kaki lebih nyaman berjalan dari Bukittinggi ke Koto Gadang.

Saya pernah mencoba melaluinya, sekali, dari Ngarai Sianok – Koto Gadang, ini jalur mendaki. Sebenarnya, di sepanjang jalur ada menurun dan mendaki, tapi jalur Ngarai Sianok – Koto Gadang didominasi jalur mendaki. Begitu sebaliknya, dari Koto Gadang – Ngarai Sianok didominasi jalur menurun. Sepanjang jalur, ada beberapa area yang menggunakan semen, area itu menjadi licin di musim hujan, harus hati-hati melaluinya, sebagian lagi permukaannya tanah.




ngarai siano dari great wall Koto Gadang.

Pada hari Minggu pukul 7:00-8:00 WIB, membutuhkan waktu tempuh 60 menit (1jam), karena hari Minggu, pejalan kaki yang melalui jalur ini (bolak-balik, Ngarai Sianok-Koto Gadang, dan Koto Gadang-Ngarai Sianok) lebih ramai, dibanding hari biasa. Sehingga, untuk melewati jembatan penyeberangan perlu antri, karena maksimal, hanya 25 orang yang diperbolehkan berjalan di atas jembatan itu. Ada petugas yang mengatus lalu lintas di jembatan penyeberangan itu, sehingga pejalan kaki tidak berebut.

Pemandangan di sekitar jalur ini sangat menarik, seperti membelah Ngarai Sianok, yang terlihat hutan, sungai, dan ada dataran terbuka untuk kemping. Terdapat lampu-lampu di sepanjang jalur, tapi saya tidak yakin apakah ada pejalan kaki yang melaluinya di waktu malam. Di sepanjang jalan terdapat toilet, ada pedangan minuman dan makanan, yang paling ramai pedagang makanan di Koto Gadang, titik akhir dari great wall. Sayang, pemerintah setempat tidak membangun area peristirahatan yang memadai, pedagang minuman dan makanan tumbuh karena melihat peluang usaha. Mereka membangun tenda seadanya, tidak teratur. Selain itu, tidak ada kendaraan umum dari Koto Gadang untuk kembali ke arah Ngarai Sianok. Akhirnya, terpaksa pejalan kaki harus kembali melewati Great Wall (pulang pergi) ini sangat melelahkan. Saya mendapat informasi, ada kendaraan umum dari Koto Gadang – Bukittinggi.

Untuk naik kendaraan umum dari Koto Gadang – Bukittingi, harus berjalan kaki dulu menuju mesjid nurul Iman Koto Gadang. Di perempatan jalan itu, ada angkutan umum menuju Bukittinggi. Tapi, menunggu angkutan umum ini lama, dan berebut dengan orang Koto Gadang yang ingin ke Bukittinggi. Harga ongkosnya Rp. 5.000, dapat turun di lapangan kantin. Jika tidak terburu-buru, dapat menggunakan angkutan umum ini.

Perjalanan membelah Ngarai Sianok ini cukup menyenangkan, menikmati keindahan alam yang luar biasa. Waktu terbaik untuk melakukan perjalan, pagi (pukul 6:00 -10:00 WIB) dan sore (16:00-18:00). Kalau ingin sekali jalan, bisa minta kendaraan menjemput di tujuan akhir.

Akses dari Jam Gadang menuju Pintu Masuk Great Wall di Ngarai Sianok adalah,
dari Jam gadang jalan ke arah Hotel The Hill, terus melalui Jl, Yos Sudarso, ketemu perempatan. Lurus ke Benteng, kanan kampung cina, ke kiri Jl Teuku Nan Renceh. Ikuti Jl, Teuku Nan Renceh, ketemu perempatan lagi, lurus jalan menurun menuju arah Ngarai Sianok, kira-kira 200 meter dari perempatan, sebelah kiri, pintu masuk.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Jalur Pejalan Kaki, Ngarai Sianok ke Koto Gadang, Great Wall Ala Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>