Jajanan Makanan Basah Khas Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Jajanan Kacimuih » Jajanan Makanan Basah Khas Bukittinggi

Jajanan Makanan Basah Khas Bukittinggi

(5952 Views) April 11, 2016 1:30 pm | Published by | No comment



Jika berjalan-jalan di pasar atas dan pasar bawah, tidak terlalu banyak ditemukan makanan basah khas Bukittinggi. Di toko makanan, ada satu dua makanan khas Bukittinggi, lebih banyak makanan basah berupa jajanan yang sering ditemukan di toko kue.

Saya mencari makanan khas yang masih ada di Bukittinggi. Paling baik mencari makanan tradisional pada hari pakan (Rabu dan Sabtu), karena penjual makanan tradisional dari nagari yang ada di sekitar Bukittinggi, berjualan pada hari itu. Kehadiran penjual makanan kadang tidak terlihat karena, penjual makanan duduk di sudut pasar, membawa satu nampan. Penjual makanan khas Bukittinggi (tradisional) ini berpencar di pasar atas, pasar bawah, dan pasar ateh ngarai.

Kacimuih, makanan dari singkong. Singkong diparut, lalu direbus, dan ditaburi gula pasir dan kelapa parut. Harga sebungkus kacimuih seharga Rp. 5.000, dijual oleh ibu-ibu usia 60-an. Ia duduk di depan toko di bawah janjang Minang.




kacimuih tumbang makanan tradisional Minang dari ubi kayu

Ada bulek-bulek (bahasa Balingka), orang Kurai menyebut inti, karena berbentuk bulat (seperti bola kecil warna krem) di dalam ada kelapa parut campur gula pasir. Bulek-bulek ini, saya temukan tak sengaja, di pasar bawah. Penjual membuat dan menggoreng di pasar bawah.

Kue mangkuak yang enak ada di pasar ateh ngarai. Penjual kue mangkuk duduk di pinggir jalan. Kue mangkuak yang sama ada di pasar bawah, tapi rasa, tidak seenak kue mangkuak yang di pasar ateh ngarai.

kue mangkuak

Penjual pisang kapik ada di pasar atas, kadang berjualan kadang tidak. Penjual pisang kapik biasa ada pada hari libur dan tanggal merah, karena wisatawan banyak di Bukittinggi. Saya terakhir membeli Rp. 4.000, satu pisang. Pisang kepok dibakar bersama kulit, setelah itu, isi pisang dikepit dengan kayu, dilapis daun pisang (agar pisang tidak lengket ke papan penjempit), ditambah kelapa parut dicampur gula merah dari Lawang.

Ada makanan khas Bukittinggi yang tidak dijual di pasar, misal lapek sagan, lepat dari beras ketan, pisang kepok, dan gula pasir, dibungkus daun pisang dan dikukus. Lapek bugih, kadang ada kadang tidak dijual di toko makanan. Lapek bugih dari tepung ketan yang diisi kelapa parut dan gula pasir, direbus dengan santan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Jajanan Makanan Basah Khas Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>