Info Kuliner : Rujak Mak San di Panorama : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » kuliner » Info Kuliner : Rujak Mak San di Panorama » Info Kuliner : Rujak Mak San di Panorama

Info Kuliner : Rujak Mak San di Panorama

(1924 Views) Juli 30, 2017 1:22 am | Published by | No comment



Di Bukittinggi ada tiga orang penjual rujak ; di Benteng, di Panorama, dan di Belakang Balok. Di Panorama, nama penjual rujak dikenal dengan “Mak San”. Saya tahu nama itu dari kakak, karena kakak sering membeli rujak di sana. Dulu Mak San berjualan di taman panorama. Pada saat itu (tahun 80-an) melihat Ngarai Sianok dari taman panorama tidak membayar. Pemerintah kota belum menerapkan retribusi untuk masuk dan melihat Ngarai Sianok.

Mak San berjualan rujak dari siang sampai sore hari, berdekatan dengan penjual bakso, dan makanan ringan lainnya. Tidak ada penjual rujak lain di panorama, hanya Mak San saja.

Setiap ada pembeli, Mak San akan segera meracik bumbu ; pisang muda, garam, kacang yang telah digoreng tanpa minyak, sehingga wangi, dan cabe rawit. Biasa, pembeli akan ditanya ; pedas, sedang, atau tidak pedas. Kalau tidak pedas, cabe rawit hanya diberi satu. Jika pedas, cabe rawit bisa mencapai 3-5 buah.



rujak mak san panorama.

Buah rujak yang digunakan, merupakan buah lokal yang mudah ditemukan di pasar, mentimun, ubi jalar merah, nanas, jambu air, dan kedondong. Potongan buah yang dipotong-potong segera dilumurkan dengan bumbu yang sudah diracik di atas batu lado.

Tahun 90-an pemerintah Bukittinggi menerapkan retribusi bagi pengunjung yang akan ke taman panorama. Mak San memutuskan berdagang di luar pagar (di pinggir jalan). Ketika saya tanya (tahun 90-an), “Kenapa memutuskan berjualan di luar, kenapa tidak tetap berjualan di dalam (di taman panorama) saja. Kata Mak San, agar pembeli tidak perlu membayar karcis masuk taman panorama, hanya untuk membeli rujak.

Beberapa kali saya melihat Mak San berpindah-pindah lokasi berjualan, walau masih tetap di lingkungan panorama. Pertama di depan pintu masuk, setelah itu di seberangnya. Kemudian kakak mengatakan bahwa Mak San sudah tidak berjualan lagi, digantikan oleh keponakannya. Ia berjualan di halaman museum Tridaya Eka Dharma.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Info Kuliner : Rujak Mak San di Panorama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>