Hiasan Kepala Laki-Laki Minang ; Saluak, Peci, Deta : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Hiasan Kepala Laki-Laki Minang Saluak Peci Deta » Hiasan Kepala Laki-Laki Minang ; Saluak, Peci, Deta

Hiasan Kepala Laki-Laki Minang ; Saluak, Peci, Deta

(3771 Views) Februari 1, 2018 12:06 am | Published by | No comment



Hiasan kepala laki-laki Minang menunjukkan status dan asal nagari. Apakah ia berstatus datuak atau tidak? Dari mana penganten laki-laki ((Orang Minang menyebut Marapulai) berasal? Apakah dari Nagari Padang Pariaman, Kurai, atau Solok.

Hiasan kepala disesuaikan dengan baju yang akan dikenakan, misal pada acara adat, semua datuak berkumpul, maka mereka harus mengunakan pakaian adat masing-masing dengan hiasan kepala berupa saluak. Tapi, jika acara biasa, misal tukar tando (pertunangan) salah seorang anggota suku, maka datuak menggunakan peci dan jas. Pada acara formal dan informal di dalam suku, datuak harus menutup kepalanya dengan peci, untuk menunjukkan status dan wibawa. Ini yang menunjukkan status seseorang berbeda dengan yang lain.

Hiasan kepala laki-laki yang digunakan untuk sehari-hari antara anak-anak dan dewasa berbeda. Untuk anak-anak mengunakan deta, sedangkan laki-laki dewasa menggunakan peci (kupiah). Anak-anak menggunakan peci kalau pergi ke surau atau mengaji. Pada acara-acara tertentu, misal acara pernikahan, datuak (pemimpin kaum) menggunakan peci yang dipadukan dengan jas. Saat ini, anak-anak sudah jarang menggunakan deta, kecuali pada acara-acara tertentu, acara kesenian di sekolah. Peci juga digunakan laki-laki dewasa ke mesjid tiap Salat Jumat atau hari biasa.




hiasan kepala laki-laki minang saluak kain.

Hiasan kepala penganten laki-laki adat Minang antara lain ; saluak kain (sama dengan hiasan kepala datuak), saluak kacubuang dari emas dan sepuhan emas atau disebut juga ikek, dan tutup kepala dari beludru merah melingkar.

Penganten dari nagari Kurai, Lima Puluh Kota (Payakumbuah), Solok, Koto Gadang, menggunakan hiasan kepala berupa saluak kain dari kain batik. Sedangkan penganten dari Sungai Pagu, Solok Selatan menggunakan ikek (saluak kacubuang dari emas dan sepuhan emas). Penganten laki-laki dari Bayua menggunakan Deta. Sedangkan, hiasan kepala penganten laki-laki dari Pariaman terbuat dari beludru merah melingkar, seperti deta kecubung yang ditutup dengan kain merah dan diberi ornament dengan benang emas.

hiasan kepala laki-laki minang-ikek.

Hiasan kepala penganten laki-laki dari saluak kain batik dapat ditemukan di beberapa nagari. Saluak kain mudah ditemukan di toko penjual alat-alat pesta pernikahan di Pasar Atas Bukittinggi.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Hiasan Kepala Laki-Laki Minang ; Saluak, Peci, Deta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>