Gula Merah Bukittinggi Berasal dari Lawang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Resep » Gula Merah Bukittinggi » Gula Merah Bukittinggi Berasal dari Lawang

Gula Merah Bukittinggi Berasal dari Lawang

(2007 Views) Juni 8, 2015 11:38 am | Published by | No comment



Dari puncak lawang, yang terletak di Kabupaten Agam, terlihat danau Maninjau yang ada di bawahnya. Puncak lawang berkembang menjadi objek wisata dan beberapa tahun terakhir menjadi tempat kegiatan terjun payung.

Sebelum menjadi objek wisata, puncak lawang terkenal sebagai penghasil gula merah. Di sepanjang jalan menuju puncak lawang terhampar kebun tebu. Di antara kebun tebu terdapat gubuk-gubuk yang digunakan untuk memproduksi keping gula merah. Orang menyebut gubuk itu, kilang gula merah.

Setiap pagi, batang tebu dipanen dan dibersihkan dari daunnya. Batang tebu diperas untuk diambil air, dengan menggunakan gerinda kayu atau besi. Gerinda itu diputar oleh kerbau yang berjalan berputar. Air sari tebu lalu dipanaskan dalam kuali besar di atas tungku batu, dengan menggunakan bahan bakar kayu dan ampas tebu. Air tebu diaduk-aduk sampai mengental, lalu dimasukkan ke dalam cetakan, setelah mengental siap dijual. Semua kegiatan produksi ini dilakukan di kilang gula merah.

Banyak masakan di Bukittinggi menggunakan gula merah, untuk membuat masakan terasa manis, dan mewarnai masakan agar tidak pucat, menjadi warna coklat muda atau coklat tua (tergantung masakan).




kampiun kolak pisang bubur putih kuah santan putih santan coklat bubua candil

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa masakan yang menggunakan gula merah antara lain; Agar-agar santan khas padang, kolak, kue inang-inang, bubur sumsum, cindua langkok, bubur kampiun , kue lupis, tumbang (jajanan khas Bukittinggi yang terbuat dari singkong), kue mangkuak, dan kue talam. Makanan ringan yang menggunakan gula merah seperti kipang kacang, dan batiah (diatasnya ditambah gula merah).

Cara memasak gula merah kental untuk masakan, tergantung jenis masakan. Gula merah untuk kolak, cara memasaknya cukup dimasukkan 1-2 keping gula merah ke dalam santan (jika dianggap tidak bersih–biasanya masih terdapat sisa serat tebu-, setelah cair, dapat disaring).

Sedangkan gula merah untuk bubur sumsum dan cindua langkok, harus kental dan wangi.

Cara membuat gula merah yang kental dan wangi.

2-4 keping gula merah (tergantung besar)
100-150 ml air kira-kira
1 lembar daun pandan.

Cara memasak :
Gerus kepingan gula merah dengan pisau
Masukkan ke dalam air tambahkan daun pandan.
Masak air yang telah ditambah gula merah sampai mendidih.
Kecilkan api dan aduk hingga gula merah mengental.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Gula Merah Bukittinggi Berasal dari Lawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>