Goa Jepang, Lubang Jepang di Panorama, Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » Gua Jepang » Goa Jepang, Lubang Jepang di Panorama, Bukittinggi

Goa Jepang, Lubang Jepang di Panorama, Bukittinggi

(2347 Views) Februari 22, 2015 9:08 pm | Published by | No comment



Ada yang sebut Goa Jepang atau Lubang Jepang, tapi artinya sama, menunjukkan terowongan yang dibangun pada masa pemerintahan Jepang di Bukittinggi, tahun 1942-1945. Dari jam gadang ke Goa Jepang, dekat, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Dari belakang hotel The Hill, menuju arah bioskop Sovya, sebelum bioskop ada jalan menurun, ikuti sampai ketemu Jl. Panorama, belok ke kiri, ke Panorama. Ada dua pintu masuk di panorama dan di atas ngarai. Tapi pintu masuk di atas ngarai sudah ditutup. Harga tiket, anak-anak Rp. 5000,-, dewasa Rp. 8000,-.

Pada masa Jepang, Bukittinggi menjadi Pusat Komando Pertahanan Tentara Jepang di Sumatera (Seiko Sikikan Kakka). Topographi tanah yang berkontur serta kondisi tanah yang baik untuk terowongan, menyebabkan Jepang membangun terowongan dengan panjang 1400 meter dan lebar 2 meter, rancangan berliku-liku dan banyak jebakan. Terowongan digunakan untuk tempat penyimpanan perbekalan dan peralatan perang tentara Jepang.

Banyak ruangan di dalam goa Jepang, ruang penyimpanan amunisi, ruang dapur dengan lubang pengintaian, ruang sidang, ruang tahanan, lorong barak militer, ruang penyergapan di lorong utama. Ada empat lorong untuk keluar dari Goa Jepang. Ada ujung liang ke arah Ngarai Sianok, menurut kabar, kalau ada tahanan yang meninggal langsung dibuang ke Ngarai Sianok. Sebelum menyusuri Goa Jepang, ada tangga turun yang cukup terjal, 132 anak tangga.




Goa Jepang dipimpin oleh Hirotada Honjyo, atas instruksi Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Bala Tentera Jepang, Letjen Moritake Tanabe. Saat itu Honjyo, berpangkat Kapten Angkatan Darat, perwira staf keuangan. Ia merencanakan, membuat dan mengawasi pelaksanaan, goa Jepang. Tenaga kerja paksa didatangkan dari pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan, dibawah pimpinan konstruksi, tiga ahli tambang batubara, perusahaan Hokkaido — Tanko Kisen Co : (1) Ir. Toshihiko Kubota, sebagai ketua, (2) Ir. Ichizo Kudo (3) Ir. Uhei Koasa, Konstruksinya mulai dikerjakan bulan Maret 1944, dan selesai pada awal Juni 1944.

Saat Jepang kalah perang 15 Agustus 1945, rencana, gambar kerja, spesifikasi, dan anggaran pembangunan goa Jepang itu dibakar. Sehingga, sampai sekarang tidak diketahui dengan pasti berapa panjang terowongan yang dibangun tentara Jepang selama masa kedudukan Jepang di Bukittinggi.

up date 24 Mei 2017

Tanggal 16 Mei 2017 saya mengunjungi taman Panorama dan membayar tiket masuk seharga Rp. 15.000, harga yang sama untuk masuk kebun binatang dan benteng. Untuk masuk ke goa Jepang tidak dipungut bayaran. Jika ada pemandu yang menemani masuk goa Jepang, cukup memberi tip pada pemandu.

lubang Jepang di panorama.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Goa Jepang, Lubang Jepang di Panorama, Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>