Geografis Alam Minangkabau : Daerah Darek, Pasisie, dan Rantau : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » sejarah » Geografis Alam MInangkabau : Daerah Darek Pasisie dan Rantau » Geografis Alam Minangkabau : Daerah Darek, Pasisie, dan Rantau

Geografis Alam Minangkabau : Daerah Darek, Pasisie, dan Rantau

(4485 Views) April 6, 2017 2:06 pm | Published by | No comment



Dalam memetakan pemukiman orang Minang, ada tiga istilah yang mendeskripsikan tempat pemukiman yaitu; wilayah darek (darat), pasisia (pesisir), dan rantau.

Wilayah darek merupakan daerah asal dan pusat adat Minangkabau, terletak di dataran tinggi. Wilayah ini terbagi atas tiga luhak (mata air) ; yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Limo Puluh Kota.

Luhak Tanah Datar mencakup Kabupaten Tanah datar, sebagian Sawahlunto Sijunjuang, dan Solok.

Luhak Agam terdiri atas Kabupaten Agam termasuk Ampek Angkek, Lawang nan Tigo Balai, dan Nagari sekeliling Danau Maninjau.




bukit barisan wilayah Minangkabau merupakan daerah darek.

 

 

 

 

 

 

 

 

Luhak Lima Puluh Kota terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, sepanjang Batang Sinamar, daerah sekitar gunung Sago bagian Utara dan Barat, seiliran Batang Lampasi dan Batang Agam, bahkan sampai ke Sipisak pisau Anyuik (sekarang Pekanbaru).

Wilayah pasisia (pesisir) berada di sepanjang pantai sebelah Barat Sumatera yang memanjang dari Barat laut ke Tenggara. Dalam tambo disebutkan daerah pasisia : daerah nan nagari-nagarinya talatak, sabalah matohari ka tabanam (tempat matahari terbenam), memanjang dari Utara ke Selatan. Wilayah tersebut dimulai dari perbatasan daerah Minangkabau dengan daerah Bengkulu (sekarang, Muko-Muko), sampai ke perbatasan Minangkabau dengan daerah Tapanuli bagian selatan, termasuk Padang Pariaman, Painan, dan Pasisia Selatan.

Wilayah rantau berada di bawah pengaruh kerajaan Minangkabau antara lain ; Air Bangis, Lubuak Sikapiang, Kerinci, Indrapura, Muara Labuh, Bangkinang, Lembah Kampar Kiri, Kampar Kanan, dan Rokan.

Daerah ini merupakan tempat merantau. Dari Luhak Nan Tigo (daerah darek), mereka pergi ke daerah lain dan membuat negeri baru di sana. Hubungan mereka tidak putus dengan negeri asal dan memakai adat dari daerah darek. Daerah rantau berada di sepanjang aliran sungai dan bermuara ke Timur, ke selat Malaka, bahkan termasuk Rantau nan Sembilan (Negeri Sembilan, di Malaysia).

Daerah rantau Minangkabau dikenal dengan sebutan Rantau Nan Tujuah Jurai, yaitu Rantau Kampar, Kuantan, XII Koto, Cati Nan Batigo, Negeri Sembilan, Tiku Pariaman, dan Pasaman. Daerah Tiku Pariaman dan Pasaman dikenal juga sebagai daerah pasisie.

Wilayah rantau adalah tempat berusaha, mencari ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman bagi orang Minang, dengan lokasi di luar wilayah Minangkabau.

Dari berbagai sumber.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Geografis Alam Minangkabau : Daerah Darek, Pasisie, dan Rantau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>