Gelar (Gala) untuk Laki-Laki Minang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Gelar (Gala) untuk Laki-Laki Minang » Gelar (Gala) untuk Laki-Laki Minang

Gelar (Gala) untuk Laki-Laki Minang

(14081 Views) Maret 19, 2016 12:19 am | Published by | No comment



Keempat kakak laki-laki saya mempunyai gelar (gala), gelar itu disampaikan ke publik pada saat pernikahan. Seorang kakak menggunakan gelar (alm) papa, Sutan Bagindo. Seorang kakak laki-laki yang lain menggunakan gelar (alm) kakek dari pihak mama, Sutan Mantari. Jadi dalam penamaan, misal nama (alm) papa menjadi, Ahmad Sutan Bagindo. Ahmad nama papa, sedangkan Sutan Bagindo nama gelar.

Apakah nama gelar digunakan untuk identitas resmi? Untuk (alm) papa, ia, semua identitas resmi di KTP, akte kelahiran saya, dan berkas/data pada perusahaan tempat papa bekerja, semua menggunakan nama, Ahmad Sutan Bagindo. Tapi kakak, yang menggunakan nama gelar yang sama, tidak menggunakan nama gelar untuk identitas resmi. Kenapa kakak bisa menggunakan gelar papa, karena pada saat ia menikah, papa sudah meninggal, sehingga kakak dapat mengambil gelar tersebut.




laki-laki diberi gelar pada saat menikah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Apakah gelar (gala) hanya diberikan pada laki-laki Minang, saya kira begitu. Akan tetapi, ada saudara sepupu yang menikah dengan laki-laki Jawa, dan suami diberi gelar pada saat pernikahan mereka.

Di Minangkabau seorang laki-laki diberi gelar (gala) dengan 3 alasan, 1) Kalau ia menikah, disebut gala mudo. 2) jika seorang diangkat menjadi datuk, penghulu, atau raja (pucuak adat), disebut gala sako, yaitu gelar pusaka kaum, gelar turun temurun menurut garis ibu, tidak boleh diberikan pada seseorang yang bukan keturunan garis ibu. 3) gelar yang terakhir, gelar sangsako, dapat diberikan ke siapa saja (walau bukan orang Minang), karena jasa, prestasi, dan memberi rmanfaat bagi Minangkabau, agama Islam, bangsa dan negara. Gelar ini tidak dapat diturunkan, jika orang yang diberi gelar meninggal, maka gelar tersebut kembali pada yang memberi, yaitu limbago adat pucuak adat kerajaan Pagaruyuang, lembaga satu-satunya yang berhak memberikan gelar adat sangsako. Gelar ini diberikan antara lain pada Sri Sultan Hamengkubuwono X, Megawati, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Orang asing yang pernah mendapat gelar sangsako (yang tercatat) Thomas Diaz, orang Eropa pertama yang menjalin kerjasama bisnis dengan raja Pagaruyung tahun 1684. Ia mendapat gelar Rangkayo Saudagar Rajo.

Dari berbagai Sumber



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Gelar (Gala) untuk Laki-Laki Minang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>