Cara Orang Minang Berkomunikasi Melalui Bahasa Tutur : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Budaya sejarah » budaya » Cara Orang Minang Berkomunikasi Melalui Bahasa Tutur » Cara Orang Minang Berkomunikasi Melalui Bahasa Tutur

Cara Orang Minang Berkomunikasi Melalui Bahasa Tutur

(975 Views) April 7, 2016 1:15 pm | Published by | No comment



Bagaimana orang Minang berkomunikasi dari masa ke masa? Dulu, kalau ingin memanggil seseorang, mereka memilih bukit yang tinggi dan berteriak kencang-kencang, karena jarak antara rumah dan sawah berjauhan. Jika ingin memberi kabar ke warga digunakan tabuh/tontong. Tabuh dipukul untuk memberikan kabar ke warga jika terjadi sesuatu, misal kebakaran, ada yang meninggal, maling, dan berita gembira. Jumlah pukulan pada tabuah berbeda-beda tergantung dari kabar yang disampaikan. Kabar kebakaran jumlah pukulan lebih sering dibanding dengan kabar, ada orang meninggal.

Pola rumah warga menghadap jalan, berderet sepanjang jalan (tidak membentuk kelompok). Komunikasi terjadi, ketika orang yang melewati rumah (berpapasan dengan penghuni rumah), atau berpapasan di jalan. Informasi dan peristiwa yang terjadi disampaikan dari mulut ke mulut.

Dalam berkomunikasi orang Minang lebih mengutamakan komunikasi dari mulut ke mulut, walau ada bahasa tulisan, termasuk dalam Tambo. Tambo adalah cerita rakyat yang disampaikan dari mulut ke mulut, walau sudah ada bahasa tulisan, secara ilmiah Tambo sulit diterima karena akar cerita tersebut tidak jelas, berbeda dengan tulisan sejarah yang data dan informasi yang ditulis jelas dan akurat .




Tambo diceritakan berdasarkan interpretasi pencerita, sehingga selalu ada perbedaan satu dengan yang lain, tergantung karakter pencerita. Walau begitu, tambo selalu menjadi pedoman dalam membahas masalah budaya Minang. Tambo ditafsirkan secara beragam, tidak ada yang absolut dalam membahas budaya Minang.

Sampai saat ini, cara komunikasi melalui bahasa tutur masih berlaku di Bukittinggi dan Balingka. Jika, ada keluarga yang menikah, pihak keluarga pengantin akan mengutus wakil menyampaikan kabar tersebut ke rumah-rumah sambil membawa seikat daun sirih. Saya pernah menemukan seikat daun sirih di rumah, etek Yus, mengatakah bahwa anak keluarga A menikah, tadi etek Emi datang memberitahu. Pemberitahuan harus mendatangi orang yang bersangkutan, tidak diperbolehkan menyampaikan undangan dalam bentuk kertas undangan.

Sedangkan, laki-laki menyampaikan informasi di lapau-lapau. Lapau merupakan tempat bagi laki-laki untuk berkumpul dan membahas segala hal ; tentang politik, ekonomi, dan masalah yang terjadi di dalam nagari. Jika seorang laki-laki ingin menjadi datuak, maka ia harus datang ke rumah ninik mamak untuk meminta izin dan pendapat, tidak bisa pemberitahuan kedatangan (janji) melalui telepon, tapi harus langsung datang ke rumah yang bersangkutan.

warung pisang panggang H.Zen Bukittinggi



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Cara Orang Minang Berkomunikasi Melalui Bahasa Tutur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>