Babalai Balerong Balairung (Balai Adat) : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » arsitektur » Babalai Balerong Balairung (Balai Adat) » Babalai Balerong Balairung (Balai Adat)

Babalai Balerong Balairung (Balai Adat)

(458 Views) Januari 22, 2020 10:50 am | Published by | No comment

Balai menurut tambo terbagi dua yaitu ; Medan Nan Bapaneh dan Medan Nan Balinduang.
Medan nan bapaneh adalah suatu area terbuka yang langsung terkena sinar matahari, tidak ada naungan di atasnya. Sebagian area terbuka itu diberi batu ceper sebagai tempat duduk dan sandaran. Atau tidak ada batu sebagai penanda tempat duduk, setiap peserta rapat atau yang ikut bermusyawarah duduk bersila di tanah dengan alas seadanya.



Medan nan balinduang, area yang terletak di bawah naungan. Ada dua pendapat, pertama, area yang terletak di bawah naungan pohon di sebut dengan medan nan balinduang. Pendapat kedua, bangunan yang dibuat khusus untuk bermusyawarah berupa Bangunan panggung, yang mempunyai atap, tapi tidak mempunyai dinding dan jendela.

Saya cenderung berpendapat medan nan balinduang adalah area ruang terbuka yang terletak di bawah naungan pohon dan berada di dalam bangunan tanpa jendela dan pintu. Menurut saya, medan nan bapaneh adalah area yang langsung terkena sinar matahari tanpa ada naungan. Tapi sebagian pendapat menyatakan bahwa area di bawah naungan pohon beringin juga merupakan medan nan bapaneh, karena tidak ada atap.

Kata bapaneh dan balinduang merupakan kata yang tegas maknanya. Bapaneh, area tanpa naungan, sehingga sinar matahari langsung terpapar ke orang yang sedang bermusyawarah, sedangkan balinduang, artinya di bawah naungan (naungan tajuk pohon beringin atau atap).

Kemungkinan sebelum teknologi bangunan ada, medan nan balinduang adalah area di bawah pohon. Kemudian, setelah ada teknologi bangunan, dibangun bangunan khusus untuk musyawarah, bangunan inilah yang disebut medan nan balinduang.

Para penghulu bermusyawarah tentang urusan pemerintahan nagari dan menyidangkan perkara atau pengadilan di medan nan bapaneh dan medan nan balinduang



Dalam Tambo minang : balerong tampek mahukum, na air janiah, basayak landai. Air janiah, ikannyo jinak. Hukum adia, katonyo bana. Dandam agiah, kasumaik putuih. Hukum jatuah, sangketo sudah.

Dalam sebuah nagari keberadaan surau dan balai tidak dapat dipisah dan dibeda-bedakan. Kedua sarana itu merupakan tempat berkumpul kaum dalam menyelesaikan masalah kaum, dalam peran yang berbeda.

Di Tanah Datar terdapat situs tempat para penghulu bermusyawarah terletak di bawah pohon beringin. Situs itu masih dipertahankan tempat duduk penghulu saat rapat, ada batu ceper untuk alas duduk dan sandaran, membentuk persegi panjang.

Batu tempat duduk pemimpin Minang untuk bermusyawarah




This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Babalai Balerong Balairung (Balai Adat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>