Asal Kata Nagari : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Asal Kata Nagari » Asal Kata Nagari

Asal Kata Nagari

(681 Views) Februari 19, 2017 12:52 pm | Published by | No comment



Nagari merupakan wilayah administrasi yang ada di Minangkabau. Kata nagari bukan berasal dari kata asli Minangkabau, tapi merupakan bahasa serapan dari Bahasa Sanskerta, pada masa Hindu masuk ke Sumatera Barat.

Kata nagari berdasarkan etimologi berasal dari kata, nagarom yang berarti tanah air, tanah asal, atau tanah kelahiran. Selain kata nagari, bentuk kata lain yang mempunyai arti yang sama adalah nagara, negara, negeri, nagori, nogori, nogoro.

Sebuah pemukiman di Minangkabau bermula dari taratak. Taratak merupakan wilayah dengan unit terkecil dari suatu nagari, awal pembentukan pemukiman, yang terdiri dari satu keluarga (suku), kemudian taratak berkembang menjadi dusun, koto, dan nagari.




Pada masa Hindu, kelompok-kelompok kecil tersebut disatukan menjadi sebuah wilayah yang disebut nagari. Nagari merupakan bentuk negara yang mempunyai pemerintahan sendiri (otonom) dan memiliki batas wilayah tertentu. Masyarakat di dalam nagari berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat.

Di Sumatera Barat terdapat 648 nagari, yang tersebar di 11 kabupaten yaitu, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, Limapuluh Kota, Pasaman dan Pasaman Barat.

Kabupaten Agam terdiri dari 16 kecamatan dan 82 nagari, dengan ibukota pemerintahan di Lubuak Basuang.
Nagari dipimpin oleh seorang wali Nagari dan dibantu oleh perangkat Nagari, yang terdiri Sekretaris Nagari. Wali Nagari dipilih langsung oleh warga nagari, dengan masa jabatan 6 (enam) tahun.

Di dalam setiap nagari dibentuk Kerapatan Adat Nagari (KAN), yakni lembaga yang beranggotakan tungku tigo sajarangan. Tungku tigo sajarangan merupakan perwakilan anak nagari yang terdiri dari alim ulama, cerdik pandai (kaum intelektual) dan niniak mamak (pemimpin suku-suku dalam nagari). Keputusan penting yang akan diambil selalu dimusyawarahkan antara wali nagari dan tungku tigo sajarangan di balai adat atau balairung sari nagari.

Selain KAN terdapat Badan Musyawarah Nagari (BMN) yang terdiri dari KAN, pemuda, wanita dan perwakilan tiap suku. BMN berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan nagari, yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat dengan masa jabatan selama 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Jumlah anggota BMN ditetapkan dengan jumlah ganjil, paling sedikit 5 orang dan paling banyak 11 orang, dengan memperhatikan luas wilayah, jumlah penduduk.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Asal Kata Nagari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>