Yasayan Prayoga Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Yasayan Prayoga Bukittinggi » Yasayan Prayoga Bukittinggi

Yasayan Prayoga Bukittinggi

(18 Views) Agustus 6, 2019 7:44 am | Published by | No comment

Saya sekolah di TK Kuntum Mekar, SD Fransiskus, SMP Xaverius berada di bawah naungan yayasan Prayoga bukittinggi. tidak hanya saya, si bungsu, ke enam kakak saya semuanya, bersekolah di sini. Ada satu orang kakak yang hanya sampai SD. SMP ia memih SMP 4, karena dekat dari rumah. Sedangkan yang lain menyelesaikan pendidikan sampai SMP Xaverius. Tidak hanya keluarga kami yang bersekolah di sana. Banyak keluarga di Bukittinggi yang menyekolahkan semua anaknya di yayasan prayoga Bukittinggi, ada yang Sembilan anggota keluarga, semua bersekolah di sana, sehingga, wajar, jika antar keluarga saling kenal. Kakak atau adik mereka satu angkatan satu dengan yang lain.Yayasan Proyoga juga terdapat di Padang, Padang Panjang, dan Payakumbuh.



Lembaga pendidikan ini terletak di Jl.Bagindo Azizkan, persisnya terletak di belakang gereja Khatolik dan SMP 1 Bukittinggi. Bangunan SD Fransiskus merupakan bangunan yang pertama didirikan di komplek itu, berbentuk U dan pintu gerbang terletak di bagian tengah. Ada 12 kelas. Tentu saja 12 kelas itu tidak dapat menampung murid dari kelas 1-6. Satu angkatan antara 4-6 kelas. Maka, ada bangunan lain yang digunakan selain bangunan berbentuk U itu, yang berpencar di sekitar bangunan utama. Ada aula jika semua murid berkumpul untuk acara perpisahan atau kegiatan lain. Untuk upacara bendera di lapangan, dekat lapangan basket dan bola volley (SMP).

Sedangkan bangunan TK Kuntum Mekar dan SMP Xaverius dibangun belakangnya. Saat ini bangunan SMP dipugar dan digantikan dengan bangunan bertingkat.




Bangunan kelas SMP Xaverius dan SMA Xaverius berada dalam satu area yang saling berdekatan. Tahun 80-an SMA Xaverius belum ada, hanya sampai SMP.

Murid yang bersekolah di yayasan Prayoga heterogen, tidak didominasi oleh anak keturunan Minang, tapi banyak anak dari suku lain bersekolah di sana, misalnya Jawa, Batak, dan keturunan China. Ada yang beragama Islam, Khatolik, Protestan, Hindu. Orang tua mereka juga mempunyai profesi yang beragam ; pedagang, dokter, hakim, tentara, polisi, dan pegawai bank. Sebagian teman-teman saya ikut orang tua yang sedang dinas di Bukittinggi, sehingga ketika orang tua pindah, mereka juga ikut pindah.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Yasayan Prayoga Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>