TV Bukittinggi dan TV Triarga : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Sarana kota » TV Bukittinggi dan TV Triarga » TV Bukittinggi dan TV Triarga

TV Bukittinggi dan TV Triarga

(188 Views) Januari 27, 2019 8:15 am | Published by | No comment



Tahun 2015, tak sengaja pada saat mencari saluran TV, saya menemukan TiVi Bi, TV Bukittinggi. Waktu itu acaranya lowongan kerja, seorang reporter membacakan lowongan kerja lengkap dengan nama perusahaan, telepon yang bisa dihubungi, dan lokasi perusahaan. Kebanyakan lokasi pekerjaan di Padang dan Pekanbaru. Acara itu cukup lama, kira-kira 30 menit, setelah itu azan Magrib, waktunya berbuka puasa.

Selain acara lowongan kerja, juga ada acara sponsor, mempromosikan toko oleh-oleh, travel umrah, pengobatan alternative. Pada bulan puasa, TV mengadakan kegiatan buka bersama, dan kegiatan itu disponsori oleh hotel dan rumah makan. Nama hotel dan rumah makan disebutkan oleh reporter atau ditulis di layar kaca.

Salah seorang teman facebook saya pernah memposting foto ia yang sedang mewawancarai 2-3 orang narasumber untuk acara TV Bukittinggi.

Dalam acara lain, saya menemukan acara wisata. Tujuan wisata di daerah sawah lunto Sijunjuang. Reporter mengunjugi daerah wisata itu, melaporkan keindahan pantai, dan beberapa objek wisata di sekitarnya.




Tenyata TV Swasta di Bukittinggi ada dua ; TV Bukittinggi dan TV Triarga. Semua acara menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa Minang. Tapi, siaran hanya ada pada waktu-waktu tertentu, (tidak seperti TV Swasta di Jakarta) yang mengudara dari pukul 5:00 WIB- 24:00 WIB, atau lebih. TV di Bukittinggi hanya mengudara 4-8 jam/perhari, malah terkadang saya tidak menemukan ada siaran.

Di Yogya saya juga menemukan TV sejenis, TV daerah, yang menyiarkan isu yang terjadi di Yogya. Saat itu, topic bahasan tentang kepemilikan lahan di daerah Yogya, nara sumber salah seorang keluarga Sultan. Ada acara tari dan nyanyi Jawa.

Dari kemasan acaranya, saya teringat acara TVRI zaman dulu. Interior acara dialog seperti ruang tamu, gaya bahasa reporter teratur dan rapi, dan pengambilan gambar dari depan, terasa kaku dan sedikit membosankan. Tapi, untuk saya menjadi menarik, karena tidak pernah lagi menonton acara seperti itu.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for TV Bukittinggi dan TV Triarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>