Transportasi dari Padang ke Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Transportasi » Dari Padang ke Bukittinggi » Transportasi dari Padang ke Bukittinggi

Transportasi dari Padang ke Bukittinggi

(23094 Views) Desember 2, 2014 9:19 pm | Published by | 1 Comment



Saya diserbu calo yang menawarkan kendaraan, keluar dari Bandar International Minangkabau. “Sudah dijemput,” saya menggerakkan tangan menolak. Masih memaksa, “Mau kemana?” kata mereka bertubi-tubi sambil mengikuti langkah saya. Saya menghindar dengan cepat agar tidak diikuti. Mereka laki-laki berjumlah 20-30 orang memaksa untuk mengunakan jasa mereka.

Biasanya, saya mengunakan jasa AWR (travel resmi bandara), memesan dari Jakarta. Saya katakan nama pesawat dan pukul kedatangan serta memberikan nomor telepon gengam yang bisa dihubungi. Begitu pesawat mendarat, saya menerima telepon yang tidak dikenal, saya hubungi balik, itu dari pihak AWR, konfirmasi. Mereka akan memandu kita menuju pool kendaraan. Keluar dari bandara menuju booth taksi sebelah kanan, katakan sudah memesan travel AWR. Kita akan diminta menaiki taksi dan diantar ke pool AWR (terkadang menunggu 2-3 penumpang lain, jika pesawat yang digunakan sama). Tidak perlu membayar taksi, karena dibayarkan oleh pihak AWR. Biaya dari bandara ke Bukittinggi Rp 50.000. Sedangkan biaya dari Padang ke Bukittinggi via AWR cukup Rp 35.000, dari Bukittinggi ke Padang harga sama.




mobil AWR tranportasi dari Padang ke Bukittinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyak cerita, bagi penumpang yang menggunakan jasa calo; di tengah jalan pengemudi menaikkan penumpang lain, atau bayarannya mahal, tidak masuk diakal. Ada pengalaman kakak yang di tengah perjalanan dari Bukittinggi ke Padang, pengemudi taksi memutarkan kendaraannya untuk keperluan pribadi dan membiarkan penumpang menunggu/mengikuti, setelahnya mengantar penumpang ke tujuan.

Apakah tidak ada alternatif ke Bukittinggi? Transportasi menuju Bukittinggi hanya dilayani kendaraan travel. Selain AWR, saya pernah menggunakan travel lain, yang saya dapatkan saat membeli tiket di penjualan tiket, travel Global. Travel Globar parkir di bandara. Begitu sampai di bandara, hubungi nomor telepon yang telah diberikan, salah seorang dari staf travel itu akan mendatangi Anda dan memandu ke tempat parkir kendaraan yang siap berangkat ke Bukittinggi.

Selain travel ada taksi yang akan membawa Anda ke tempat tujuan. Saya belum pernah punya pengalaman menggunakannya. Di Padang sudah ada taksi Blue Bird. Tetapi taksi Blue Bird tidak terdapat di bandara. Jika ingin menggunakan taksi ini, gunakan bus DAMRI dari bandara ke Padang, temukan taksi Blue Bird. Begitu kiat-kiat dari orang-orang terpercaya. Dari bandara ke Bukittinggi tidak ada alternatif transportasi yang nyaman, aman, murah. Padahal, Bukittinggi menjadi tujuan wisata utama untuk Provinsi Sumatera Barat.

Saya membandingkan transporatasi dari Bandara International Minangkabau ke kota-kota di provinsi Sumatera Barat dan Bandara Adisucipto, Jogyakarta. Transportasi umum di Bandara Adisucipto sangat teratur dan banyak pilihan : Kereta api, taksi, Trans Jogja, Ojek. Akses menuju pool kendaraan masing-masing mudah. Papan informasi yang menjelaskan moda transportasi jelas, ada meja informasi tempat penumpang bertanya. Saya yang setelah sepuluh tahun tidak ke Jogya dan tahun 2013, main ke Jogya lagi sendiri dengan mudah memilih transportasi yang diinginkan. Saya tidak pilih taksi, saya ingin naik trans Jogya, mudah, diarahkah oleh papan petunjuk menuju halte trans Jogya, dan ada seorang tukang ojek merayu ingin mengantar ke Kaliurang? Mana mungkin naik ojek? Google map menunjukkan jarak itu jauh (Bandara Adisucipto – Kaliurang). Saya menolak. Menunggu sebentar di halte trans Jogja tak lama busnya datang.

September 2015, saya pulang ke Bukittinggi, untuk reuni SMA.

Terjadi perubahan di Bandara International Minangkabau. Biasanya booth taksi untuk memesan travel AWR terdapat di sebelah kiri pintu keluar. Saat itu, tidak ada booth taksi di pintu keluar bandara. Saya diberitahu bahwa booth taksi untuk mengantar ke loket AWR terletak di sebelah kiri. Selama perjalanan dari pintu ke luar bandara menuju booth taksi ada 2-3 orang yang menegur, “Mau kemana?”. Saya terus berjalan menuju booth taksi dan ditanya mau kemana setelah dekat. “Ke pool AWR”, saya dipersilakan menaiki salah satu taksi yang paling depan. Terdapat jajaran taksi, rapi, antri menunggu penumpang.

Selama perjalanan dari bandara ke pool AWR, saya bertanya banyak hal ke pengemudi taksi. Pengemudi taksi mengatakan ada 4 perusahaan taksi resmi di bandara (salah satunya taksi Blue Bird) yang antri secara tertib menunggu penumpang. Mereka bergantian mendapatkan penumpang. Jika penumpang ingin menaiki taksi dengan perusahaan taksi tertentu, mereka harus antri sampai mendapatkan taksi yang dimaksud mendapat giliran, tidak dapat menyerobot taksi yang diinginkan, bila masih terdapat taksi lain di depan.

Teman saya tidak menggunakan jasa AWR ke Bukittinggi, tapi ia menggunakan jasa travel langganan, mobil pribadi. Mobil pribadi ini mempunyai hubungan baik dengan pelanggan, pelanggan dan sopir saling kenal. Ongkos kendaraan sama dengan AWR Rp. 60.000.

up date 24 Mei 2017

Saya memesan travel AWR sebelum pulang ke Padang, kakak menyarankan sebaiknya dipesan terlebih dahulu, karena kadang-kadang travel AWR penuh. Customer service AWR memberikan info, sampai di BIM langsung ke bagian booth taksi, katakan penumpang AWR. Saya mengikuti info tersebut, staf di bagian booth taksi segera memanggil driver AWR, bahwa ada penumpang. Saya diantar ke mobil dan diantar ke pool AWR, menunggu dua penumpang yang belum mendarat dari Jakarta.

Di dalam kendaraan saya melihat stiker pengaduan/saran lengkap dengan nama dan no telepon yang bisa dihubungi. Kata driver AWR, nama yang tercantum di stiker itu, pemilik AWR. Pelayanan AWR semakin baik, dengan mencantumkan stiker pengaduan, penumpang dapat segera memberi saran atau komplain langsung ke pemilik perusahaan.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Transportasi dari Padang ke Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>