Tradisi Khatam Quran di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » wisata » Tujuan wisata » Khatam quran » Tradisi Khatam Quran di Bukittinggi

Tradisi Khatam Quran di Bukittinggi

(2340 Views) Januari 22, 2015 10:07 am | Published by | No comment



Khatam Quran, seorang anak sudah menyelesaikan pendidikan baca Al Quran. Ia sudah bisa membaca Al Quran dengan benar.

Setiap orang tua di Bukittinggi, memasukkan anaknya ke madrasah tempat baca al Quran, termasuk saya. Saya dimasukkan oleh ibu ke perguruan Ustad Syarif, agar bisa membaca Al Quran dengan lancar. Pagi, saya sekolah di SD Fransiskus, siang sampai sore belajar membaca Al Quran di perguruan Ustad Syarif.

Anak belajar baca Al Quran antara 9-12 tahun. Pendidikan baca Al Quran selesai, pendidikan sekolah dasar juga selesai.

Setelah dianggap mampu membaca al quran dengan baik, diadakan arak-arakan, khatam quran. Semua anak yang sudah lulus, berjalan kaki, mengenakan baju dengan warna yang sama, berkerudung dan baju panjang. Meriah. Kemeriahan ini berlangsung pada saat libur sekolah (Januari dan Juni).

Setelah arak-arakan keliling kota. Mereka kembali ke lembaga pendidikan baca al quran. Setiap anak membaca al quran di depan umum, satu-satu, semua mendapat giliran. Pada akhir acara dinilai siapa yang paling sempurna dan bagus bacaan Al Quran dan diberi hadiah, juara 1, 2, 3. Dulu, setelah selesai khatam quran tidak mendapat sertifikat, sekarang lembaga baca Al Quran memberikan sertifikat pada siswa, yang khatam quran.




Baca Al Quran pada khatam quran

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara khatam al quran diadakan setiap tahun, dan setiap perguruan baca al quran melakukan kegiatan yang sama, mengarak siswa yang lulus keliling kota, dan membaca ayat suci Al Quran.

Bagi warga Kurai, warga asli Bukittinggi, khatam Quran, menjadi peristiwa besar bagi anak. Keluarga mengadakan pesta, seperti pesta kawin, mengundang makan saudara, kerabat, dan kenalan pada hari khatam Quran itu. Acara pesta diadakan di rumah, makan di bawah, tidak ada kursi. Tamu duduk di atas karpet di depan ada makanan: gulai, rendang, sayur, kue, dan pisang. Tamu datang dan duduk, tuan rumah membawa nasi panas, tamu mengambil dari tempat nasi, ke dalam piring masing-masing. Pada hari khatam quran, dapat ditemui beberapa rumah yang mengadakan pesta khatam quran untuk anak.

Belajar membaca al quran pada anak usia sekolah dasar, sudah tradisi di Bukittinggi, termasuk Bung Hatta, yang lahir yang besar di Bukittinggi mendapat pelajaran baca al Quran di Surau Inyiak Djambek (Syekh Djamil Djambek).

Pada saat saya SMA di Bukittinggi, guru agama pernah mengadakan survey, rata-rata 3-4 siswa dari 40 siswa dalam satu kelas, yang tidak bisa membaca Al Quran.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Tradisi Khatam Quran di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>