Tip Memilih Objek Foto yang Menarik di Bukittinggi : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Tip » Memilih Objek Foto » Tip Memilih Objek Foto yang Menarik di Bukittinggi

Tip Memilih Objek Foto yang Menarik di Bukittinggi

(853 Views) Desember 18, 2014 9:50 pm | Published by | No comment



Banyak objek foto yang menarik di Bukittinggi, menggambarkan keunikan kota ini, di antaranya :

Di depan jam gadang, icon kota Bukittinggi, seperti icon kota lainnya, Menara Eiffeil, di Paris, Menara Pisa di Roma.

Berfoto dengan latar belakang ngarai sianok tidak akan pernah cukup. Ada banyak titik tempat pengambilan foto dengan latar belakang ngarai sianok. Salah satunya, bisa mengambil gambar di menara pandang, terletak di belakang penjual oleh-oleh.

Bendi, salah satu alat transportasi, yang digunakan sejak sebelum kemerdekaan. Bendi terdapat di bawah jam gadang dan di depan pasar banto.

Bendi di pasar bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Penjual nasi kapau dan dagangan merupakan objek yang menarik.

Ada beberapa penjual makanan tradional yang dapat dijadikan objek foto, seperti penjual tumbang, penjual kacimuah, penjual pisang sapit, penjual bika, penjual jagung rebus (jagung rebus dimasukkan ke dalam katidiang, dan hanya dibuka, kalau ada pembeli, agar jagung rebus tetap hangat). Penjual makanan tradisional ini dapat ditemukan di pasar atas.

Penjual makanan khas Bukittinggi dan di sekitarnya untuk oleh-oleh, dapat ditemukan di belakang pasar atas. Mereka memajang bermacam makanan di dalam plastik besar, atau menyusunnya di dalam plastik kecil.

Bagi yang suka arsitektur, masih banyak bangunan lama yang dapat dijadikan objek foto, misalnya bioskop Sovya, Hotel Antokan, rumah dengan arsitektur lama, gereja Katolik, SMA N 2 (dulu sekolah Raja, sekolah untuk guru)

Bioskop Sovya, Bukittinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Keindahan kota Bukittinggi dapat difoto di beberapa tempat, misalnya di atas jam gadang, di atas janjang ampek puluah, dan dari benteng Ford de Kock. Kota dengan latar belakang gunung.

Objek foto suasana pasar dapat dilakukan di pasar lereng dan pasar bawah. Suasana pasar tradisional yang menjajakan hasil bumi, peralatan pertanian lokal, cetakan kue tradisional. Pasar ini buka pada pukul 10:00 WIB dan tutup pukul 17:00 WIB.

Hotel The Hill, bangunan dengan disain yang menarik, tidak menunjukkan rancangan arsitektur Minang yang khas, tapi seperti rancangan Timur Tengah.

Kalau ada pertunjukan kesenian di Kebun Binatang Medan Nan Bapaneh, dapat memotret penari yang sedang mengenakan pakaian adat Minang. Tidak ada hotel yang mengadakan pertunjukan kesenian adat Minang yang dilakukan secara reguler (tiap malam) seperti di Bali.

Di jam gadang, ada satu orang yang bermain saluang, alat tiup khas Minangkabau. Ia biasa duduk di salah satu sudut jam gadang, memainkan alat musik tiup itu. Di depannya tertata alat tiup untuk dijual.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Tip Memilih Objek Foto yang Menarik di Bukittinggi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>