Tatakrama Bertamu di Rumah Gadang : jamgadang04
Menu Click to open Menus
Home » Budaya sejarah » budaya » Tatakrama Bertamu di Rumah Gadang » Tatakrama Bertamu di Rumah Gadang

Tatakrama Bertamu di Rumah Gadang

(1466 Views) Januari 18, 2017 2:23 am | Published by | No comment



Setiap orang yang ingin bertamu ke rumah gadang harus mengikuti tatakrama atau tatacara yang telah disepakati, antara tamu dan tuan rumah. Tatakrama bertamu untuk saling menghargai satu dengan yang lain.

Pada umumnya, tatakrama bertamu adalah tamu membunyikan bel atau mengetuk pintu rumah. Berbeda dengan tatakrama bertamu di rumah gadang. Tamu sudah memberikan tanda kedatangannya saat memasuki halaman rumah gadang. Tanda yang diberikan oleh tamu wanita dan laki-laki berbeda. Tamu wanita memberikan tanda dengan cara memanggil/menyerukan nama seseorang yang akan ia temui. Sedangkan, tamu laki-laki dengan cara batuk-batuk kecil.

Perlu diketahui, yang bermukim di rumah gadang kaum wanita, anak-anak, dan urang sumando (suami dari penghuni rumah wanita). Pada pagi sampai sore hari, urang sumando pergi bekerja (tidak diam di rumah), yang diam di rumah hanya wanita.




rumah gadang di desa tuo pariangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuan rumah akan menjawab panggilan tamu wanita dari jendela rumah, dan jika seseorang yang akan ditemui ada, maka tamu wanita yang dekat dengan keluarga rumah gadang akan dipersilakan naik ke rumah gadang. Jika seseorang yang ingin ditemui tidak berada di dalam rumah, ia akan menitip pesan (tidak naik ke rumah gadang), setelah itu berlalu.

Jika yang datang tamu laki-laki atau tamu wanita (bukan seseorang yang dekat dengan tuan rumah), maka tuan rumah segera merapikan rumah  (lantai disapu, rumah dirapikan, dan tikar dibentangkan untuk alas duduk).

Tamu wanita dan laki-laki harus menunggu respon dari tuan rumah, tidak boleh langsung naik ke rumah gadang. Jika setelah memberi tanda beberapa kali tidak ada respon, maka tamu harus segera berlalu/pergi. Biasanya, tamu akan mengetahui ada seseorang di rumah atau tidak dari jendela yang terbuka, karena pintu rumah hanya dibuka pada saat tamu keluar/masuk rumah.

Tamu yang akan memasuki rumah harus membersihkan kaki terlebih dahulu. Di bawah tangga rumah gadang terdapat tempat air, gayung, dan tatakan dari batu datar tempat berpijak, ketika kaki dibersihkan. Tempat air disebut cibuik mariau. Tatakan batu datar tempat berpijak disebut batu talapakan. Gayung untuk mengambil air, disebut tariang bapanto.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Tatakrama Bertamu di Rumah Gadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>