Tarif Parkir di Bukittinggi Selama Lebaran Rp. 20.000 : jamgadang04
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » wisata » Transportasi » Tarif Parkir di Bukittinggi Selama Lebaran Rp. 20.000 » Tarif Parkir di Bukittinggi Selama Lebaran Rp. 20.000

Tarif Parkir di Bukittinggi Selama Lebaran Rp. 20.000

(727 Views) Juli 29, 2015 11:29 am | Published by | No comment



Beberapa hari yang lalu, saudara sepupu saya yang berada di Bukittinggi, memposting berita di facebook, yang mengatakan bahwa tarif parkir di Bukittinggi selama Lebaran mencapai Rp. 20.000.

Mahalnya tarif parkir selama musim libur Lebaran, Tahun Baru, dan Libur sekolah, selalu dikeluhkan wisatawan, dan penduduk Bukittinggi dari rantau, yang sedang bersilaturahmi dan liburan di Bukittinggi. Tarif parkir yang mahal selalu terjadi setiap tahun. Pemungutan biaya parkir di sepanjang jalan Bukittinggi tidak dikelola/diatur oleh pemerintah daerah, tapi oleh oknum, sehingga mereka menaikkan tarif parkir melebihi batas yang telah ditentukan oleh pemerintah kota yang menetapkan tarif parkir Rp. 1.000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp. 2.000/ Rp 3.000 untuk kendaraan roda empat.

tarif parkir yang terletak di depan mesjid raya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mahalnya tarif parkir tidak hanya di Kota Bukittinggi. Di Yogyakarta, di Jl, Malioboro tarif parkir mencapai Rp. 20.000, hampir sama dengan tarif parkir di Bukittinggi, bedanya, di Yogyakarta, pengendara diberikan karcis, yang tertera nilai parkir untuk kawasan khusus tersebut. Sedangkan di Bukittinggi, pengendara tidak diberikan karcis parkir.

Untuk mengantisipasi, membayar parkir yang terlalu mahal, disarankan, bagi wisatawan luar kota yang menginap di sekitar hotel di dekat jam gadang, Panorama, Jl, A Yani, Jl. A, Karim, Jl. Yos Sudarso, dan Jl, Sudirman, cukup berjalan kaki mengelilingi objek wisata di Bukittinggi, alasannya :1) tidak mendapatkan tempat parkir. 2) Membayar parkir dengan sangat mahal.

Jalan kaki dari hotel ke jam gadang tidak terlalu jauh (tergantung lokasi hotel). Dari jam gadang ke tempat wisata panorama, kebun binatang, dan benteng, semua dapat dilakukan dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh 10-20 menit (tergantung jarak). Jalan menuju dan di sekitar jam gadang, merupakan kawasan yang padat kendaraan. Banto Trade Center (BTC) dapat dijadikan tempat parkir.

Bagi perantau yang mempunyai saudara di sekitar jam gadang, sebaiknya parkir di rumah saudara/kerabat/teman. Berikan alasan berkunjung ke rumah saudara/teman, gunakan bahasa Minang, biasanya, tukang parkir di suatu kawasan merupakan warga setempat (penduduk lokal) mereka saling kenal, dan agak sungkan jika menagih tarif parkir mahal.

Pemerintah kota seharusnya turun tangan mengatasi masalah parkir di Bukittinggi secara serius. Ini berhubungan dengan nama baik kota Bukittinggi sebagai kota wisata, dan tarif parkir pada masa liburan merupakan pemasukan bagi pemerintah daerah.



This post was written by safitri ahmad
About

Saya arsitek lansekap dan urban planner, lahir dan besar di Bukittinggi. Sekarang di Jakarta dan sibuk dengan menulis arsitektur lansekap dan arsitektur, serta mengerjakan proyek arsitektur lansekap dan kajian perkotaan. Buku pertama saya "Gunawan Tjahjono : Arsitek Pendidik."

No comment for Tarif Parkir di Bukittinggi Selama Lebaran Rp. 20.000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


center>